Mandirancan, 13 Maret 2026 — Ada banyak cara menyambut senja di bulan Ramadan. Sebagian orang menunggu azan dengan segelas teh hangat, sebagian lagi dengan kurma di tangan. Namun bagi keluarga besar SD Negeri Mandirancan, senja pada Jumat, 13 Maret 2026, diisi dengan cara yang lebih sederhana namun bermakna: berbagi takjil dan kebersamaan.
![]() |
| “Takjil boleh sederhana, tapi kebersamaan selalu terasa istimewa. Di Ramadan, satu paket kecil bisa membawa senyum yang besar” |
Sore itu, halaman sekolah tidak hanya dipenuhi suara murid dan guru, tetapi juga semangat untuk berbagi. Paket-paket takjil yang telah disiapkan sejak siang hari dibawa menuju tepi jalan di sekitar lingkungan sekolah. Guru, staf, dan perwakilan murid berdiri berjajar sambil menyapa para pengguna jalan yang melintas.
Satu per satu paket takjil berpindah tangan. Ada yang diberikan kepada pengendara motor, pejalan kaki, hingga warga sekitar yang kebetulan lewat. Senyum kecil, ucapan terima kasih, dan anggukan ramah menjadi pemandangan yang menghiasi sore itu.
Ramadan memang sering disebut sebagai bulan penuh berkah. Namun di Mandirancan, berkah itu terasa nyata bukan hanya dalam doa, tetapi juga dalam tindakan sederhana.
Seorang guru yang ikut dalam kegiatan tersebut sempat berkelakar,
"Kadang yang paling membuat kenyang bukan makanannya, tapi rasa senang saat bisa berbagi."
Setelah semua takjil dibagikan, kegiatan tidak berhenti di sana. Langit yang mulai merona jingga menjadi tanda bahwa waktu berbuka semakin dekat. Seluruh keluarga besar sekolah kemudian kembali berkumpul untuk melaksanakan buka puasa bersama.
Suasana berubah menjadi lebih hangat. Tawa ringan terdengar di sela-sela percakapan, sementara hidangan sederhana tersaji di atas meja. Tidak ada jarak antara guru, staf, maupun murid. Semua duduk bersama, menunggu azan magrib yang sebentar lagi berkumandang.
Momen seperti ini sering kali terasa kecil, tetapi justru menyimpan makna yang besar. Buka puasa bersama bukan sekadar makan setelah seharian berpuasa, melainkan ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah.
Kegiatan sosial ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas. Nilai kepedulian, kebersamaan, dan empati juga tumbuh melalui pengalaman nyata seperti berbagi di jalan dan duduk bersama saat berbuka.
Di bulan yang penuh berkah ini, keluarga besar SD Negeri Mandirancan menunjukkan bahwa kebaikan tidak harus selalu besar. Kadang, cukup dengan sebungkus takjil, seulas senyum, dan niat tulus untuk berbagi.
Karena pada akhirnya, Ramadan selalu mengajarkan satu hal sederhana:
kebahagiaan akan terasa lebih lengkap ketika dinikmati bersama.
Nn/red











Tidak ada komentar:
Posting Komentar