Misi Berbagi Berhasil! SD Negeri 3 Kalisalak “Menggelontorkan” 69 Paket Sembako di Penutupan Pesantren Ramadan

“Berbagi itu seperti senyum: makin sering diberikan, makin banyak yang kembali”

Kalisalak, Jumat (13/03/2026) — Penutupan kegiatan Pesantren Ramadan di SD Negeri 3 Kalisalak berlangsung dengan suasana khidmat, hangat, sekaligus penuh senyum. Bukan tanpa alasan, di penghujung kegiatan tersebut sekolah menggelar pentasyarufan 69 paket sembako kepada murid yang membutuhkan. Bisa dibilang, ini adalah “episode penutup” yang manis setelah rangkaian kegiatan Ramadan yang padat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026 di lingkungan sekolah ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi di SD Negeri 3 Kalisalak tidak hanya sekadar teori di kelas, tetapi langsung dipraktikkan.

Sebanyak 69 paket sembako berhasil disalurkan. Rinciannya, 44 paket berasal dari donasi murni para wali murid, guru, serta tenaga kependidikan SD Negeri 3 Kalisalak. Sementara 25 paket lainnya merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyumas.


Jika dihitung-hitung, angka 69 paket ini bukan sekadar angka biasa. Di baliknya ada gotong royong, kepedulian, dan semangat kebersamaan dari seluruh keluarga besar sekolah. Ibarat masakan Ramadan, resepnya sederhana: sedikit kepedulian, banyak kebersamaan, lalu diaduk dengan keikhlasan.

Kepala SD Negeri 3 Kalisalak, Suyanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.


“Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, baik dari wali murid, guru, maupun tenaga kependidikan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Baznas Banyumas atas dukungannya. Semoga apa yang diberikan menjadi berkah bagi kita semua dan bermanfaat bagi para penerima,” ujar Suyanto.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap para murid tidak hanya mendapatkan ilmu selama Pesantren Ramadan, tetapi juga pelajaran hidup tentang arti empati dan kepedulian terhadap sesama.




Kalau biasanya anak-anak menghitung nilai matematika, kali ini mereka belajar menghitung pahala berbagi. Dan kabar baiknya, hitungan pahala itu—kata orang bijak—tidak pernah pakai kalkulator.


Penutupan Pesantren Ramadan ini pun diharapkan meninggalkan kesan mendalam bagi para murid untuk terus menjaga semangat berbagi dan mempererat tali silaturahmi, bahkan setelah Ramadan usai.

Hs/red

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Arsip Blog

Dindik Banyumas

Passport Renewal Forms Printable

Recent Posts

Youtube Channel