Kaligrafi Indah dan Warna Ceria Bikin Kelas Makin Hidup - Pesantren Ramadan Hari Ke-2 SD Negeri Karangsari

 


Kebasen, 11 Maret 2026 — Suasana ceria mewarnai kegiatan Pesantren Ramadan hari ke-2 di SD Negeri Karangsari, Kecamatan Kebasen. Sejak pagi, murid-murid sudah hadir dengan semangat yang tampak dari wajah mereka. Ada yang membawa pensil warna lengkap, ada juga yang sudah siap menunjukkan bakat kaligrafinya. Pokoknya, kelas terasa seperti “studio seni dadakan”.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Asmaul Husna secara bersama-sama di kelas masing-masing. Suara murid terdengar kompak dan khidmat, meski sesekali ada yang melafalkan dengan gaya unik yang membuat teman-temannya tersenyum kecil.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan hafalan surat-surat pendek dari Juz Amma. Beberapa murid tampak percaya diri melafalkan hafalan, sementara yang lain sesekali melirik temannya seolah ingin memastikan, “Tadi ayatnya sudah benar, kan?”

Memasuki kegiatan inti, suasana kelas semakin semarak dengan Lomba MAPSI Mini Kaligrafi yang diikuti oleh murid kelas 1 sampai kelas 6 yang beragama Islam. Dengan penuh keseriusan, mereka menuliskan huruf-huruf Arab menjadi karya kaligrafi yang indah. Ada yang sangat fokus sampai lidahnya ikut “menjulur sedikit” tanda sedang berkonsentrasi penuh.

Di sisi lain, murid yang beragama Kristen juga tidak kalah semangat. Mereka mengikuti lomba mewarnai dengan penuh kreativitas. Pensil warna menari di atas kertas, menghasilkan gambar-gambar cerah yang membuat suasana kelas semakin hidup. Bahkan ada yang begitu serius memilih warna sampai teman di sebelahnya berbisik, “Itu awannya kok pink? Lagi senja ya?”

Kegiatan hari kedua ini tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga menjadi sarana bagi murid untuk menyalurkan bakat, belajar kebersamaan, dan menghargai perbedaan. Guru-guru pun tampak senang melihat antusiasme murid yang mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat.

Melalui kegiatan Pesantren Ramadan ini, sekolah berharap dapat menemukan bakat-bakat baru dalam seni kaligrafi maupun kreativitas seni lainnya, sekaligus menanamkan nilai religius, kebersamaan, dan sikap saling menghormati dalam keberagaman.

Di tengah goresan tinta kaligrafi dan warna-warni gambar, satu hal yang terlihat jelas: belajar bisa tetap serius, tapi tidak harus kehilangan senyum.

“Ilmu membuat kita cerdas, tetapi kebersamaan dan tawa kecil membuat belajar menjadi kenangan yang indah.”

Jun/red

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Arsip Blog

Dindik Banyumas

Passport Renewal Forms Printable

Recent Posts

Youtube Channel