Mandirancan, Kamis (12/3/2026) – Suasana penuh semangat mewarnai pelaksanaan Pesantren Ramadan hari ke-2 di SD Negeri Mandirancan. Pada kesempatan ini, sekolah menggelar Lomba Mini MAPSI (Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami) yang diikuti oleh seluruh murid dari kelas 1 hingga kelas 6.
Sejak pagi hari, para murid sudah tampak antusias mengikuti berbagai perlombaan yang telah disiapkan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menggali bakat serta meningkatkan pemahaman murid terhadap nilai-nilai keislaman.
![]() |
| Prestasi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi tentang keberanian untuk mencoba dan terus belajar menjadi lebih baik |
Beberapa cabang lomba yang dipertandingkan antara lain Pengetahuan Pendidikan Agama Islam (PAI), Macapat Islami, Duet Religi, Khat atau kaligrafi Arab, serta praktik wudhu dan salat. Setiap murid mengikuti lomba sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki.
Sorak dukungan dari teman-teman dan guru semakin menambah semarak suasana. Ada murid yang dengan percaya diri menjawab pertanyaan PAI, ada pula yang menampilkan suara merdu dalam duet religi. Sementara itu, peserta lomba kaligrafi tampak serius menorehkan tinta menjadi tulisan Arab yang indah. Pada cabang praktik wudhu dan salat, murid menunjukkan kesungguhan dalam memperagakan tata cara ibadah yang benar.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, semangat belajar, serta kecintaan murid terhadap ajaran agama. Selain itu, melalui lomba Mini MAPSI, murid juga belajar tentang sportivitas, kerja keras, dan saling menghargai satu sama lain.
Pesantren Ramadan bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi menjadi ruang bagi murid untuk mengasah ilmu, bakat, dan akhlak mulia. Dengan semangat belajar dan berkompetisi secara sehat, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak baik.
NN/red











Tidak ada komentar:
Posting Komentar