SEMARAK PEMBUKAAN O2SN KECAMATAN KEBASEN 2026 BERLANGSUNG MERIAH DAN PENUH SEMANGAT JUARA



Kebasen, 11 Mei 2026 — Gelora semangat sportivitas dan jiwa kompetisi membara mewarnai pelaksanaan hari pertama Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kecamatan Kebasen Tahun 2026 yang berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias. Kegiatan pembukaan yang digelar di Kolam Renang Banyu Pratama Sidasari, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap ini menjadi momentum istimewa bagi para peserta didik untuk menunjukkan bakat, kemampuan, serta semangat juang di bidang olahraga.

Sejak pagi hari, lokasi kegiatan telah dipadati para peserta lomba, guru pendamping, serta perwakilan sekolah dari berbagai wilayah Kecamatan Kebasen. Suasana semakin semarak dengan hadirnya dukungan dan semangat dari seluruh peserta yang siap berlaga membawa nama baik sekolah masing-masing.

Acara pembukaan berlangsung tertib dan penuh makna. Kehadiran Pengawas Korwilcam Dindik Kebasen, Ibu Ekawati Yudi Nurjanah, memberikan suntikan motivasi tersendiri bagi para peserta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, serta semangat kebersamaan dalam setiap perlombaan.

“O2SN bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga wadah membentuk karakter siswa yang tangguh, sportif, dan berprestasi,” ungkap beliau di hadapan seluruh peserta dan tamu undangan.

Pelaksanaan O2SN tahun ini diharapkan mampu menjadi ajang lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang nantinya dapat mengharumkan nama Kecamatan Kebasen hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Semangat para peserta yang terlihat begitu luar biasa menjadi bukti bahwa generasi muda Kebasen memiliki potensi besar di bidang olahraga.

Riuh tepuk tangan, sorak semangat, dan kebersamaan yang terjalin sepanjang kegiatan menciptakan suasana yang hangat dan inspiratif. Hari pertama O2SN 2026 pun sukses menjadi pembuka yang membanggakan sekaligus menumbuhkan optimisme akan lahirnya prestasi-prestasi gemilang dari putra-putri terbaik Kecamatan Kebasen.

Berikut hasil kejuaraan O2SN cabang renang :

# New comer  25 putra

Juara 1 : Faiz ( MI Bangsa ) 21,49

Juara 2 : Alfa ( Mi Kalisalak ) 22,82

Juara 3 : Zaidan ( MI Kalisalak ) 22,91


# New comer 25 putri

Juara 1: Kanaya ( MI Kalisalak ) 26,28

Juara 2 : Qiana ( SDN BentuL ) 27,33

Juara 3 : Fenia ( SDN 4 Cindaga ) 28,25


# Gaya Bebas 50 m Putra

Juara 1 : Dika ( SDN Kalisalak ) 33, 69

Juara 2 : Farzal ( SDN 2 Cindaga ) 39,90

Juara 3 : Ata ( MI Cindaga ) 42,33


# Gaya Bebas 50 m Putri

Juara 1 : Salma ( SDN 2 Cindaga ) 36,78

Juara 2 : Orlin ( MI Bangsa ) 39,36

Juara 3 : Sachira ( SDN 3 Kalisalak ) 41,91


# Gaya Dada 50 m Putra

Juara 1 :  Farzal ( SDN 2 Cindaga ) 47,46

Juara 2:: Ata ( MI Cindaga ) 49,31

Juara 3 : Dika ( SDN 3 Kalisalak ) 49,78


# Gaya Dada 50 m Putri

Juara 1 : Salma ( SDN 2 Cindaga ) 48,42

Juara 2 : Sachira ( SDN 3 Kalisalak ) 53,67

Juara  3;: Orlin ( Mi Bangsa ) 56,77


# Gaya Punggung 50 m Putra

 Juara 1 : Dika ( SDN 3 Kalisalak ) 40,40

Juara 2 : Ata ( MI Cindaga) 50,08

Juara 3 : Farzal ( SDN 2 Cindaga ) 51,58


# Gaya Punggung 50 m Putri

Juara 1 : Salma ( SDN 2 Cindaga ) 47,25

Juara 2 : Sachira ( SDN 3 Kalisalak ) 49,58

Juara 3 : Anggita ( SDN 4 Cindaga ) 54,69


# Gaya Kupu-Kupu 50 m Putra

Juara 1 : Dika ( SDN 3 Kalisalak ) 37,73

Juara 2 : Farzal ( SDN 2 Cindaga ) 56,23

Juara 3 : Ata ( MI Cindaga) 56,24


# Gaya Kupu-Kupu 50 m Putri

Juara 1 : Salma ( SDN 2 Cindaga ) 44,16

Juara 2 : Sachira ( SDN 3 Kalisalak ) 49,88

Juara 3 : Anggita ( SDN 4 Cindaga ) 57,03



Keterangan :

1. Juara umum Putra : Dika ( SDN 3 Kalisalak ) 

2.Juara umum Putri : Salma ( SDN 2 Cindaga )

(Sf/Fr)

Share:

Menyalakan Asa dari Kebasen: Ketika Pendidikan, Teknologi, dan Harapan Bertemu di Hari Pendidikan Nasional 2026

Hardiknas 2026 bukan hanya tentang merayakan masa lalu Ki Hadjar Dewantara, tapi tentang memastikan setiap anak memiliki bekal teknologi di tangan dan gizi yang cukup di perut untuk menjemput Indonesia Maju.

Kebasen, 2 Mei 2026 - Pagi yang cerah di halaman Kantor Kecamatan Kebasen menjadi saksi pertemuan lintas generasi dan profesi dalam Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026. Derap langkah peserta upacara, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, aparat TNI-Polri, tenaga kesehatan, tokoh agama, hingga perwakilan siswa menciptakan satu harmoni yang menggambarkan bahwa pendidikan bukan hanya urusan sekolah, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

Upacara berlangsung khidmat dengan petugas yang berasal dari berbagai unsur insan pendidikan di Kecamatan Kebasen. Nuansa kolaboratif ini terasa kuat, seolah menjadi simbol bahwa masa depan pendidikan memang harus dibangun secara gotong royong.


Dalam amanatnya, Pembina Upacara, Mulyadi Suryono, S.Pd., menyampaikan esensi pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan bahwa Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk menghidupkan kembali semangat memanusiakan manusia. Pendidikan, sebagaimana diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara, berakar pada nilai asah, asih, dan asuh—mengembangkan ilmu, menumbuhkan kasih sayang, serta memberikan pendampingan yang utuh.

Semangat insan pendidikan Kebasen dalam memaknai Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum transformasi digital dan penguatan karakter.

Lebih jauh, arah kebijakan pendidikan nasional saat ini difokuskan pada penguatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Pendekatan ini tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, nalar kritis, dan kemampuan adaptasi peserta didik. Upaya tersebut ditopang oleh lima strategi utama: digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter melalui lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, penguatan literasi dan numerasi, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata.

Melalui pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam), pemerintah tahun ini menitikberatkan pada lima pilar strategis. Mulai dari digitalisasi sekolah dengan papan interaktif, beasiswa bagi guru untuk menempuh gelar S1, hingga penguatan karakter melalui budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Isu teknologi menjadi benang merah yang mengemuka dalam peringatan tahun ini. Zaenifa Muslifatun Nisa, guru dari Sekolah Dasar Negeri 1 Kalisalak, menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak bisa lagi berjalan tanpa adaptasi terhadap perkembangan digital. “Murid sekarang lebih tertarik belajar dengan teknologi. Maka guru harus terus meng-upgrade diri agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan relevan,” ujarnya. Baginya, belajar bukan hanya kewajiban siswa, tetapi juga komitmen seumur hidup bagi pendidik.


Suara generasi muda pun turut memberi warna. Solehah, salah satu anggota Paskibraka dari SMK Negeri Kebasen, mengaku bangga dapat terlibat dalam upacara tingkat kecamatan. “Ini pengalaman berharga. Kami berharap pendidikan di Kebasen terus mengikuti perkembangan teknologi, karena itu membuat belajar lebih menyenangkan,” katanya.

Pandangan tersebut dilengkapi oleh rekannya, Ari, yang menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam penggunaan teknologi. “Kami sadar ada batasannya. Teknologi harus membantu proses belajar, bukan justru mengganggu,” ungkapnya.


Sementara itu, Adi menyuarakan harapan yang lebih luas. Ia menginginkan pendidikan di Kebasen terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Ia juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirasakannya sangat membantu konsentrasi belajar siswa. “Kami merasa terbantu karena tidak semua sempat sarapan. Semoga ke depan menunya lebih bervariasi,” tuturnya, mencerminkan harapan sederhana namun bermakna dari sudut pandang peserta didik.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini bukan sekadar seremoni rutin. Di tengah barisan, tampak sinergi yang apik antara guru, murid, jajaran Koramil 17, Polsek, Puskesmas, hingga para Kepala Desa se-Kecamatan Kebasen. Semuanya berdiri satu barisan, memberi hormat pada sang saka yang membumbung tinggi.

Di tengah suasana reflektif tersebut, doa yang dipanjatkan menjadi penutup yang menyejukkan. Dipimpin oleh perwakilan Kantor Urusan Agama Kecamatan Kebasen, doa disampaikan secara inklusif, mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas kesempatan memperingati Hardiknas dalam keadaan sehat dan damai. Harapan dipanjatkan agar para pendidik senantiasa diberi kekuatan dalam mendidik dengan penuh cinta, serta agar sekolah menjadi ruang yang aman, nyaman, dan inklusif bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang.

Lebih dari itu, doa tersebut juga mengandung semangat universal: agar pendidikan Indonesia mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter, mampu berkolaborasi, mandiri, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keberagaman.

Deep Learning: Memanusiakan Manusia
Mulyadi Suryono, S.Pd., yang bertindak sebagai Pembina Upacara, membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan nada yang mantap. Pesannya jelas: pendidikan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan proses "memuliakan manusia."

Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kebasen tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan. Ia menjelma menjadi ruang bertemunya gagasan, harapan, dan komitmen. Dari halaman sederhana itu, tersirat pesan kuat: masa depan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kesadaran kolektif untuk terus belajar, beradaptasi, dan berjalan bersama.

"Jika hendak memajukan bang pendidikan. Dan jika hendak memperbaiki pendidikan, mulailah dari dalam kelas," ujar Mulyadi, mengutip adagium yang disambut anggukan khidmat para peserta.

Di tengah arus perubahan zaman, Kebasen memilih untuk tidak sekadar mengikuti, tetapi juga menyiapkan diri—menjadi bagian dari cahaya pendidikan Indonesia yang terus menyala. 

/red

Share:

Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah Dasar di Lingkungan Korwilcam Dindik Kebasen: Menyemai Harapan di Tanah Kebasen - Estafet Kepemimpinan demi Wajah Pendidikan yang Lebih Gemilang



KEBASEN - Suasana khidmat menyelimuti Gedung Guru Korwilcam Dindik Kebasen pada Jumat pagi (24/04/2026). Sebanyak 6 nakhoda pendidikan baru secara resmi di kukuhkan. Hadir dalam kegiatan ini yaitu Pengawas Sekolah Dasar, Penilik, Pengawas PAI, K3S, dan Ketua PGRI Cabang Kebasen. 28 Kepala SD Negeri dan 2 Kepala SD Swasta turut menyaksikan dan berkumpul bukan sekadar untuk seremoni, melainkan untuk menerima amanah baru dalam sebuah prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab).

Gema doa yang dilantunkan oleh Pak Warsono, S.Pd., seolah menjadi pembuka tabir perjuangan baru. Ruangan terasa sunyi saat Arifin, staf Korwilcam Dindik Kebasen, membacakan petikan Surat Keputusan. Nama-nama seperti Sukamto, S.Pd., hingga Budi Hartoyo, S.Pd.Jas., kini resmi berpindah tugas, membawa pengalaman dari sekolah lama untuk menyuburkan prestasi di sekolah yang baru.


Namun, yang paling menggetarkan adalah kemunculan enam wajah baru. Para guru berdedikasi seperti Retno Indaryani dan Sri Kasini kini menanggalkan status guru untuk memikul tanggung jawab sebagai Kepala Sekolah. Ini adalah bukti bahwa dedikasi tak akan pernah mengkhianati hasil.

Wajah-Wajah Baru, Semangat Terbarukan: Dinamika Estafet Kepemimpinan di Kebasen

Dalam dinamika dunia pendidikan, rotasi jabatan adalah sebuah keniscayaan demi menjaga api semangat pengabdian tetap menyala. Di Gedung Guru Korwilcam Dindik Kebasen hari itu, langkah kaki para pemimpin sekolah ini menandai dimulainya babak baru bagi satuan pendidikan yang mereka pimpin.

Penyegaran Pengabdian: Enam Pemimpin Berpengalaman

Sebanyak enam kepala sekolah senior memulai perjalanan baru dengan membawa segudang pengalaman untuk disemai di tempat yang berbeda. Sukamto, S.Pd., yang telah lama mendedikasikan dirinya di Sekolah Dasar Negeri 3 Adisana, kini mengawali langkah baru di Sekolah Dasar Negeri Kaliwedi. Di saat yang sama, Budi Hartoyo, S.Pd.Jas. beralih tugas dari Sekolah Dasar Negeri 2 Kalisalak untuk memperkuat Sekolah Dasar Negeri 1 Kebasen.


Wajah optimisme juga terpancar dari Parsum, S.Pd. yang berpindah tugas dari Sekolah Dasar Negeri 4 Kalisalak ke Sekolah Dasar Negeri Karangbanar. Sementara itu, Esti Umiyati, S.Pd. kini mengemban tanggung jawab baru di Sekolah Dasar Negeri Randegan setelah sebelumnya mengabdi di Sekolah Dasar Negeri 1 Kalisalak.


Pergeseran posisi ini juga membawa Oby Teguh Hermawan, S.Pd. dari Sekolah Dasar Negeri Karangbanar menuju Sekolah Dasar Negeri 3 Cindaga. Menutup daftar mutasi, M. Ali Purnomo, S.Pd. yang sebelumnya memimpin di wilayah pegunungan Sekolah Dasar Negeri Curugbunglon, kini resmi melanjutkan pengabdiannya di Sekolah Dasar Negeri 4 Kalisalak.


Regenerasi Emas: Dari Guru Menjadi Nakhoda

Momen yang tak kalah menggetarkan hati adalah ketika enam guru terbaik di wilayah Kebasen resmi naik tingkat menjadi nakhoda pendidikan. Mereka bukan sekadar berpindah jabatan, melainkan menerima amanah untuk membawa perubahan dari kursi pimpinan.


Salah satunya adalah Retno Indaryani, S.Pd., yang kini diberikan kepercayaan besar untuk memimpin tempat ia selama ini mengajar, yakni Sekolah Dasar Negeri Legok. Perasaan serupa juga dialami oleh Sri Kasini, S.Pd., yang sebelumnya merupakan guru di Sekolah Dasar Negeri 3 Cindaga, kini resmi mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Kalisalak.


Daftar pemimpin masa depan ini kian lengkap dengan kehadiran:

Sri Sulastri, S.Pd., guru Sekolah Dasar Negeri Kaliwedi yang kini didapuk menjadi Kepala Sekolah Dasar Negeri 3 Adisana.


Noviani Wijiastuti, S.Pd., yang meninggalkan ruang kelas Sekolah Dasar Negeri 4 Cindaga untuk memimpin Sekolah Dasar Negeri 1 Kalisalak.

Asih Nurdiyati, S.Pd., guru Sekolah Dasar Negeri 2 Gambarsari yang dengan penuh keteguhan hati menerima mandat menjadi Kepala Sekolah Dasar Negeri Curugbunglon.


Yuli Purwati, S.Pd., guru Sekolah Dasar Negeri 3 Kalisalak yang kini resmi memulai masa tugasnya sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Adisana.

Kehadiran para "nakhoda" baru ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas sekolah, tetapi juga menghadirkan inovasi-inovasi segar dalam mendidik putra-putri bangsa di Kecamatan Kebasen. Perjalanan mereka mungkin baru dimulai, namun komitmen yang terpatri di dada menjadi modal utama menuju pendidikan yang lebih gemilang.


Saat ditemui usai acara, Asih Nurdiyati, S.Pd., yang sebelumnya merupakan guru di Sekolah Dasar Negeri 2 Gambarsari dan kini mendapat mandat memimpin Sekolah Dasar Negeri Curugbunglon, tampak tak bisa menyembunyikan rona bahagianya meski mengaku ada beban besar di pundaknya.

"Perasaan saya tentu senang, tapi sejujurnya campur aduk. Ini adalah amanah yang luar biasa besar bagi saya," ungkap Asih dengan mata berbinar.

Baginya, masa transisi ini akan ia jalani dengan penuh tanggung jawab. Ia berkomitmen untuk menyelesaikan sisa kewajibannya di sekolah lama sembari mulai memetakan program di tempat tugas yang baru.

Mengenai lokasi Sekolah Dasar Neger Curugbunglon yang berada di daerah pegunungan dengan akses yang menantang, Asih menanggapinya dengan sangat bijak:

"Memang Sekolah Dasar Negeri Curugbunglon berada di gunung dan jaraknya cukup jauh, tapi bagi saya itu bukan penghalang. Saya niatkan ini untuk beribadah sekaligus bekerja. Jarak tidak akan menyurutkan semangat saya untuk mengabdi," tegasnya.

Sebagai pendatang baru di jajaran kepala sekolah, ia pun menunjukkan sikap rendah hati. Ia sadar bahwa jalan di depan masih panjang dan memerlukan banyak pembelajaran.

"Saya mohon doa dan bimbingan dari para senior agar saya bisa menjadi kepala sekolah yang profesional. Saya juga siap untuk mengikuti Diklat Kepala Sekolah guna memperdalam kompetensi saya dalam memimpin sekolah nanti," pungkas Asih menutup pembicaraan.


Sekolah Adalah Wajah Dinas Pendidikan

Koordinator Korwilcam Dindik Kebasen, Mulyadi Suryono, S.Pd., dalam sambutannya menekankan sebuah pesan mendalam yang menggetarkan sanubari para hadirin.

"Baik buruknya Dinas Pendidikan tercermin dari sekolah. Kepala sekolah harus mampu menciptakan suasana yang bersih, aman, dan menyenangkan untuk belajar," tegasnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa di era digital ini, integritas adalah harga mati. Presensi yang terkoneksi dengan Kominfo menuntut kejujuran mutlak. Kerja keras para guru dan kepala sekolah kini dipantau oleh mata publik, terutama wali murid. Namun, di atas segalanya, Mulyadi mengingatkan bahwa setiap helaan napas kepemimpinan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan YME.

Beliau berpesan agar para pimpinan baru segera "turun ke bumi" beradaptasi dengan pemerintah desa, merangkul tetangga RT, dan bersinergi dengan Komite Sekolah. "Silaturahmi adalah kunci pembuka pintu kerja sama," imbuhnya.


Tantangan di Balik Seremoni: Mengatasi ATS di Banyumas

Di balik kemeriahan sertijab, ada nada keprihatinan yang disisipkan sebagai pengingat. Mulyadi menyoroti fenomena Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menghantui. Dengan angka mencapai lebih dari 600 anak di Kebasen, Kabupaten Banyumas menduduki posisi kedua tertinggi di Jawa Tengah.


Tiga kelompok ATS mereka yang putus sekolah (Drop Out), belum pernah sekolah, hingga lulus namun tidak melanjutkan menjadi pekerjaan rumah besar bagi para kepala sekolah yang baru dilantik. "Warga Banyumas harus sekolah! Kita butuh kerja sama semua pendidik untuk mengawasi dan melaporkan jika ada anak di lingkungan kita yang terancam putus sekolah," seru Mulyadi dengan penuh semangat.


Tak hanya soal sosial, kendala teknis dalam pelaksanaan TKA juga menjadi catatan penting. Beliau meminta agar kesigapan tim sekolah terus ditingkatkan agar hambatan seperti laptop mati atau kendala log-in tidak lagi menyita waktu berharga para siswa.


Hari itu, di Gedung Guru Kebasen, bukan hanya jabatan yang berpindah tangan, melainkan sebuah janji untuk mengabdi dengan sepenuh hati. Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang angka di atas kertas, tapi tentang membentuk karakter manusia di masa depan.

/red

Share:

Jejak Kartini dengan Semangat Emansipasi Menggema di SD Negeri Mandirancan

“Langkah kecil hari ini, jejak besar untuk negeri. Semangat Kartini hidup dalam setiap langkah generasi muda.”

Mandirancan, 23 April 2026 - Nuansa kebangsaan dan semangat emansipasi perempuan terasa kental di lingkungan SD Negeri Mandirancan pada Kamis, 23 April 2026. Dalam rangka memperingati Hari Kartini, sekolah tersebut menggelar rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh makna, melibatkan seluruh guru dan siswa.

“Berbalut budaya, melangkah penuh percaya diri. Karena setiap anak adalah karya indah bangsa.”

Kegiatan diawali dengan apel pagi di halaman sekolah yang berlangsung khidmat. Dalam amanatnya, pembina apel menekankan pentingnya meneladani perjuangan Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Nilai-nilai perjuangan Kartini, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesetaraan, diharapkan dapat terus hidup dalam semangat belajar para siswa.


Usai apel, suasana berubah menjadi semarak melalui gelaran fashion show busana adat. Para siswa tampil percaya diri mengenakan pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Ragam warna dan corak busana mencerminkan kekayaan budaya nusantara. Tidak hanya siswa, para guru pun turut ambil bagian, menambah kemeriahan dengan balutan busana khas daerah.


Puncak kegiatan ditandai dengan pawai keliling di sekitar lingkungan sekolah. Dengan tertib dan penuh antusias, peserta berjalan bersama sambil menampilkan keunikan busana masing-masing. Kehadiran mereka menarik perhatian masyarakat sekitar, sekaligus menjadi sarana edukasi budaya secara langsung.


Melalui perayaan ini, SD Negeri Mandirancan tidak hanya mengenang sosok Kartini, tetapi juga menanamkan nilai cinta budaya, rasa percaya diri, serta semangat untuk terus belajar dan berkarya di kalangan siswa.

Nin/red

Share:

Semangat Kartini Menggema, Sekolah Dasar Negeri Randegan Rayakan Hari Kartini dengan Penuh Inspirasi



Randegan, 21 April 2026 - Peringatan Hari Kartini di Sekolah Dasar Negeri Randegan berlangsung semarak dan sarat makna. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah sebagai wujud penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan bagi perempuan.

Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan upacara bendera di halaman sekolah yang berjalan khidmat. Dalam amanatnya, pembina upacara menekankan pentingnya meneladani semangat juang Kartini, khususnya dalam hal pendidikan, keberanian, dan tekad untuk meraih cita-cita.

Usai upacara, suasana berubah menjadi lebih meriah melalui kegiatan fashion show busana adat. Para siswa tampil percaya diri memperagakan beragam pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Penampilan mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan kekayaan budaya bangsa sejak dini.

Kemeriahan semakin terasa saat kegiatan sambung lagu digelar. Lagu “Ibu Kita Kartini” dinyanyikan secara bergantian oleh para siswa dengan penuh semangat, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh keceriaan.

Melalui peringatan ini, Sekolah Dasar Negeri Randegan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai perjuangan, kebersamaan, dan cinta tanah air kepada seluruh peserta didik. Kegiatan ini pun berlangsung sukses dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga sekolah.

“Dari semangat Kartini, kita belajar bahwa mimpi tidak mengenal batas. Teruslah melangkah, belajar, dan berani bersuara—karena masa depan cerah dimulai dari keberanian hari ini.”

/red

Share:

Semangat Kartini di SD Negeri Randegan: Lawan Rasa Malas dan Bijak Bermedsos!

"Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Hari ini di SD Negeri Randegan, kita belajar bahwa menjadi 'Kartini Masa Kini' berarti berani melawan rasa malas, tekun menuntut ilmu, dan bijak dalam menggunakan teknologi. Mari tebar inspirasi, bukan hoaks!."

KEBASEN – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti SD Negeri Randegan pada hari ini, Selasa (21/4/2026). Seluruh warga sekolah berkumpul untuk memperingati Hari Kartini dengan serangkaian kegiatan edukatif yang seru.


Acara dibuka dengan Upacara Pengibaran Bendera yang tampak berbeda dari biasanya. Spesial di hari ini, seluruh petugas upacara terdiri dari siswa putri yang tampil sigap dan penuh percaya diri.


Pesan Mendalam Sang Kepala Sekolah

Kepala SD Negeri Randegan, Esti Umiyati, yang bertindak sebagai Pembina Upacara, memberikan pesan menyentuh bagi para siswa. Ia mengingatkan bahwa sosok R. A. Kartini adalah teladan perempuan yang haus akan ilmu.

"Sugeng mengeti dinten Kartini kagem sedaya kanca-kanca. Ampun kesupen dhumateng pitutur Ibu Kepala Sekolah, bilih tiyang ingkang sukses punika lair saking wanita ingkang hebat lan terdidik. Mugi kita saged dados lare ingkang tansah bakti dhumateng Ibu lan Bapak Guru. Habis Gelap Terbitlah Terang!."


"Pendidikan adalah senjata kita. Jadilah perempuan yang cerdas, tangguh, dan berkarakter. Perangi rasa malasmu dengan tekun belajar dan penuh semangat," ujar Ibu Esti dalam amanatnya.


Tak hanya soal buku pelajaran, beliau juga memberikan pesan kekinian terkait teknologi. Siswa diingatkan untuk bijak dalam bermedia sosial. Alih-alih menyebarkan hoax, Ibu Esti mengajak siswa menggunakan jemari mereka untuk menebar kebaikan yang menginspirasi.


Pesan untuk Siswa Putra

Ibu Esti juga menitipkan pesan khusus bagi para siswa putra. Beliau menekankan pentingnya menghormati perempuan, mulai dari Ibu, guru, hingga teman sejawat. Menurutnya, kesuksesan seorang pria seringkali lahir dari dukungan wanita hebat yang terdidik.

"Intelligence plus character - that is the goal of true education. Let's be a smart, tough, and inspiring generation, just like Kartini dreamed of us to be."

"Kecerdasan ditambah dengan karakter - itulah tujuan dari pendidikan yang sejati. Mari menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan inspiratif, persis seperti yang diimpikan Kartini untuk kita."


Keseruan Lomba: Fashion Show hingga Sambung Lagu

Setelah upacara yang khidmat selesai, suasana berubah menjadi riuh rendah dengan dimulainya berbagai perlombaan. Ada dua agenda utama yang menjadi pusat perhatian:


Lomba Fashion Show: Para siswa berlenggak-lenggok menunjukkan kreativitas busana mereka di atas panggung.


Lomba Sambung Lagu "Ibu Kita Kartini": Menguji kekompakan dan hafalan lirik lagu nasional kebanggaan bangsa.


Melalui peringatan ini, SD Negeri Randegan berharap semangat "Habis Gelap Terbitlah Terang" terus menyala dalam diri generasi penerus bangsa agar menjadi pribadi yang berkualitas dan berkarakter. 

/red

Share:

Perkuat Integritas Asesmen, Korwilcam Dindik Kebasen Bekali Pengawas TKA dan TKAD

“Pendidikan yang berkualitas lahir dari proses yang jujur dan pengawasan yang bertanggung jawab.”

Korwilcam Dinas Pendidikan Kecamatan Kebasen menggelar kegiatan pembekalan bagi pengawas Tes Kemampuan Akademik (TKA), Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD), serta Ujian Sekolah (US) tingkat SD/MI se-Kecamatan Kebasen. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Guru Korwilcam Dindik Kebasen, Jumat (10/4/2026).

Pembekalan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait tugas, fungsi, serta tanggung jawab pengawas dalam memastikan pelaksanaan asesmen berjalan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Kesuksesan bukan hanya tentang hasil, tetapi tentang proses yang dijalankan dengan benar dan penuh tanggung jawab.” 

Koordinator Korwilcam Dindik Kebasen, Mulyadi Suryono dalam sambutannya menegaskan pentingnya profesionalisme dan ketelitian dalam menjalankan tugas kepengawasan.

“Menjadi pengawas bukan sekadar hadir di ruang ujian, tetapi memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. Pemahaman terhadap ketentuan kepengawasan menjadi kunci utama agar pelaksanaan asesmen berlangsung jujur, tertib, dan akuntabel,” tegasnya.

“Setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban, maka jalankan dengan sebaik-baiknya.”

Materi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Pengawas Sekolah Dasar, Ekawati Yudi Nurjanah, yang menguraikan secara rinci teknis kepengawasan TKA dan TKAD, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga pelaporan. Sementara itu, Wahyu Mukharor, selaku perwakilan operator sekolah (OPS), turut memperkuat pemahaman peserta dari sisi teknis administrasi dan dukungan sistem.

Para peserta mengikuti kegiatan dengan serius dan antusias, menunjukkan komitmen tinggi dalam menjalankan tugas kepengawasan. Melalui pembekalan ini, diharapkan para pengawas memiliki kesiapan yang optimal sehingga pelaksanaan TKA, TKAD, dan US di wilayah Kebasen dapat berjalan lancar, objektif, dan berintegritas.

/red

Share:

Matangkan Persiapan TKA, Korwilcam Dindik Kebasen Perkuat Kapasitas Teknisi dan Proktor

“Persiapan yang matang adalah kunci dari keberhasilan yang gemilang.”

Kebasen - Komitmen menyukseskan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) terus diperkuat oleh Korwilcam Dindik Kebasen melalui kegiatan sosialisasi teknis bagi teknisi dan proktor, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh tahapan TKA dapat berjalan tertib, lancar, dan minim kendala.

“Kerja yang dilakukan dengan niat tulus akan bernilai ibadah dan membawa keberkahan dalam setiap langkah.”

Menghadirkan Wahyu Mukharor selaku Operator Sekolah Dasar Negeri 3 Kalisalak sebagai narasumber, sosialisasi ini membahas secara rinci alur pelaksanaan TKA, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga pasca kegiatan. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat diskusi interaktif yang membuka ruang klarifikasi terhadap berbagai persoalan teknis di lapangan.

“Success is built on preparation, consistency, and the courage to keep improving.”

(Kesuksesan dibangun dari persiapan, konsistensi, dan keberanian untuk terus berkembang)

Pengawas Sekolah Dasar Korwilcam Dindik Kebasen, Ekawati Yudi Nurjanah, dalam arahannya menegaskan pentingnya penguasaan teknis oleh seluruh petugas.

“Di balik kelancaran sebuah ujian, ada kerja sama tim yang kuat dan dedikasi tanpa batas.”

“Keberhasilan TKA tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi oleh kesiapan sumber daya manusianya. Maka, pahami setiap tahapan dengan cermat agar potensi kendala bisa ditekan sejak awal,” ujarnya.

“Sing sregep sinau lan nyiapake kanthi temenan, mesthi bakal ngasilake asil sing nyenengake.”

Sementara itu, Ketua K3S Kebasen, Narlam, memberikan penekanan pada aspek integritas dan profesionalisme. Ia mengajak seluruh panitia untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

“Kerja yang dilakukan dengan niat tulus akan bernilai ibadah dan membawa keberkahan dalam setiap langkah.”

“Kerjakan tugas dengan hati yang ikhlas dan sikap profesional. Jangan ragu bertanya hari ini, agar tidak terjadi kesalahan saat pelaksanaan nanti,” pesannya.

Sesi tanya jawab menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Salah satu peserta, Awaludin dari Sekolah Dasar Negeri 2 Cindaga, mengangkat pertanyaan terkait penataan denah petugas serta kesiapan sarana pendukung. Seluruh pertanyaan dijawab secara komprehensif oleh narasumber, sehingga memberikan gambaran teknis yang lebih utuh bagi peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh teknisi dan proktor memiliki pemahaman yang selaras serta kesiapan optimal, sehingga pelaksanaan TKA di wilayah Kebasen dapat berlangsung sukses tanpa hambatan berarti.

/red

Share:

Pengawas PAI Kemenag Banyumas Tekankan Literasi, Numerasi, dan HOTS dalam Monitoring Asesmen Kelas VI di Kebasen

“Kolaborasi guru dan pengawas: kunci menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan bermakna.”

Kebasen, 6 April 2026 - Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Didit Ariyanto Arifin, S.Ag., M.Pd., melaksanakan kegiatan monitoring pelaksanaan asesmen kelas VI di SDN Karangsari dan Sekolah Dasar Negeri 3 Bangsa Kecamatan Kebasen pada Senin (6/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kualitas penyusunan dan pelaksanaan soal asesmen khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Dalam arahannya, Didit Ariyanto Arifin menekankan pentingnya integrasi literasi dan numerasi dalam penyusunan soal PAI. Menurutnya, soal tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga harus mampu mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik.

“Guru hebat bukan yang memberi soal sulit, tetapi yang membimbing cara berpikir yang benar.”

“Penyusunan soal PAI harus mengarah pada kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skills), sehingga siswa mampu memahami, menganalisis, dan mengaplikasikan materi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa salah satu ciri khas pembelajaran PAI tetap harus dijaga, yakni adanya muatan bacaan Al-Qur’an dan Hadis dalam soal. Namun demikian, porsinya dibatasi maksimal 10% dari total jumlah soal, agar tetap proporsional dan tidak mendominasi keseluruhan asesmen.

Lebih lanjut, Didit Ariyanto Arifin mengingatkan para guru untuk senantiasa menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Pengawas PAI dalam proses penyusunan soal. Hal ini penting agar soal yang dibuat benar-benar sesuai dengan ketentuan, tidak menyimpang dari materi kelas VI, serta memenuhi standar kualitas yang diharapkan.

“Koordinasi dengan pengawas sangat penting agar soal yang disusun tidak keluar dari kompetensi dasar dan tetap sesuai dengan kurikulum yang berlaku,” tambahnya.

Kegiatan monitoring ini disambut positif oleh pihak sekolah dan guru, yang merasa terbantu dalam meningkatkan kualitas asesmen. Diharapkan melalui kegiatan ini, mutu pembelajaran dan evaluasi PAI di sekolah dasar semakin meningkat serta mampu menghasilkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang baik.

Monitoring berjalan lancar dan menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada bidang Pendidikan Agama Islam di tingkat sekolah dasar.

Monitoring ini menegaskan satu hal penting: pendidikan tidak boleh berhenti di hafalan. Asesmen harus naik level—mengasah logika, membangun pemahaman, dan menyiapkan siswa menghadapi kehidupan nyata.

Dengan menggabungkan literasi, numerasi, dan HOTS, serta tetap menjaga nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis, PAI diarahkan menjadi pelajaran yang hidup—bukan sekadar teori, tapi pedoman berpikir dan bertindak.

Ketika soal dibuat dengan tepat, maka siswa tidak hanya jadi pintar, tapi juga tumbuh menjadi pribadi yang paham, kritis, dan berakhlak.

“Di balik keseriusan asesmen, ada harapan lahirnya generasi berilmu dan berakhlak.”

"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga."

“Belajar agama bukan hanya diingat, tapi dipahami dan diamalkan.”

(H R. Muslim)

D. A. Arifin/red

Share:

Silaturahmi Idul Fitri 1447 H, PKG PAUD Srikandi Kebasen Pererat Kebersamaan

“Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum memperbaiki diri. Mari jadikan hati yang bersih sebagai awal langkah menuju kebaikan yang lebih berarti.”

Kebasen, 2 April 2026 — Dalam suasana penuh kehangatan pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PKG PAUD Srikandi Kebasen menggelar kegiatan silaturahmi pada Kamis (02/04/2026). Acara ini berlangsung di Gedung Guru Korwilcam Dindik Kebasen dan dihadiri oleh seluruh anggota dengan penuh antusias.

“Semoga kebersamaan ini menjadi energi baru untuk terus berinovasi, mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan.”

Kegiatan silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk saling bermaafan setelah menjalani bulan suci Ramadan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat tali persaudaraan serta memperkuat kebersamaan antar anggota PKG PAUD Srikandi Kebasen dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

“Togetherness builds stronger hearts, and forgiveness creates a better future.”

Sejak awal acara, nuansa hangat dan harmonis begitu terasa. Para peserta saling berjabat tangan, bertukar senyum, serta menyampaikan ucapan maaf lahir dan batin. Momen ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga memperkokoh solidaritas dan rasa kebersamaan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik anak usia dini.

“Kebersamaan bukan tentang seberapa lama kita bersama, tetapi seberapa dalam makna yang kita bangun di dalamnya.”

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai luhur Idul Fitri dapat terus terjaga serta menjadi landasan dalam meningkatkan kualitas kerja dan kolaborasi di lingkungan PKG PAUD Srikandi Kebasen.

“Silaturahmi iku dudu mung tradisi, nanging cara kanggo njaga paseduluran lan nambah rasa tresna marang sesama.”

Acara berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir.

Pergi ke taman memetik melati,
Harumnya semerbak di pagi hari.
Idul Fitri saatnya sucikan hati,
Saling memaafkan penuh ketulusan diri.

Hn/red

Share:

PENGAJIAN DAN SILATURAHMI GTK KORWILCAM DINDIK KEBASEN: MENGGELORA, MENGINSPIRASI, DAN MENGUATKAN UKHUWAH DI TENGAH SEMANGAT KEBERSAMAAN


Kebasen, 1 April 2026
— Suasana penuh khidmat, hangat, dan sarat makna menyelimuti Balai Desa Kalisalak saat ratusan insan pendidikan berkumpul dalam sebuah kegiatan besar bertajuk Pengajian dan Silaturahmi GTK Korwilcam Dindik Kebasen. Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan momentum istimewa yang menyatukan hati, memperkuat iman, serta membangun sinergi demi kemajuan pendidikan di wilayah Kebasen.

Sebelum acara resmi dimulai, suasana semakin semarak dengan penampilan Grup Hadroh dari Siswa-Siswi SDN Sawangan yang memukau para hadirin. Lantunan shalawat yang merdu berpadu dengan tabuhan rebana yang harmonis berhasil menghadirkan nuansa religius yang menyejukkan hati. Penampilan ini tidak hanya menjadi hiburan pembuka, tetapi juga mampu membangun atmosfer spiritual yang mendalam, sehingga para peserta semakin siap mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan.

Sejak pagi hari, para Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan (GTK) dari berbagai satuan pendidikan di bawah naungan Korwilcam Dindik Kebasen tampak antusias memadati lokasi acara. Kehadiran mereka mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen tinggi dalam menjalin silaturahmi yang kokoh. Tak hanya itu, kegiatan ini juga semakin istimewa dengan kehadiran jajaran Forkopimcam yang turut memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya acara ini.

Acara dibuka dengan suasana religius yang menyejukkan hati, dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan yang sarat nilai spiritual dan kebersamaan. Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh ulama kharismatik, KH. Lamun Efendi Ibrahim, yang dengan gaya penyampaian yang lugas, penuh hikmah, dan menyentuh kalbu, mampu menghipnotis seluruh hadirin.

Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga ukhuwah, memperkuat keimanan, serta menjadikan profesi sebagai pendidik tidak hanya sebagai pekerjaan, tetapi juga ladang ibadah. “Guru bukan sekadar pengajar, tetapi pembentuk karakter generasi bangsa. Maka kuatkan hati, luruskan niat, dan jaga kebersamaan,” tutur beliau yang disambut penuh haru dan antusias oleh peserta.

Kegiatan ini menjadi ruang yang sangat berharga bagi seluruh GTK untuk saling bertemu, bertukar pengalaman, serta mempererat tali persaudaraan dalam suasana penuh kekeluargaan. Tawa, senyum, dan keakraban tampak jelas menghiasi setiap sudut acara, menandakan betapa kuatnya ikatan emosional di antara para pendidik di wilayah ini.

Lebih dari sekadar ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi simbol kebangkitan semangat kolektif dalam memajukan dunia pendidikan. Sinergi antara tenaga pendidik, kepala sekolah, dan pemangku kepentingan diharapkan semakin solid dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan ke depan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan spiritualitas dapat terus terjaga dan berkembang. Semangat yang terbangun tidak hanya berhenti di acara ini, tetapi menjadi energi positif yang terus mengalir dalam setiap langkah pengabdian para GTK.

Semoga kebersamaan yang terjalin dalam Pengajian dan Silaturahmi ini membawa keberkahan, mempererat ukhuwah, serta menjadi fondasi kuat dalam menciptakan pendidikan yang lebih maju, berkarakter, dan penuh nilai keimanan di wilayah Kebasen.

Share:

Popular Posts

Dindik Banyumas

Passport Renewal Forms Printable

Recent Posts

Youtube Channel