Belajar Berbagi Sejak Dini, TK Bustanul Athfal Bangsa Salurkan Zakat Fitrah

“Berbagi sejak dini, menanam kebaikan hingga nanti.”

Bangsa, 17 Maret 2026 - Suasana penuh kehangatan dan nilai kebersamaan terasa di TK Bustanul Athfal Bangsa saat kegiatan pembagian zakat fitrah dilaksanakan. Kegiatan ini tidak sekadar berbagi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi anak-anak dalam memahami nilai-nilai keislaman.

Melalui kegiatan ini, para murid diperkenalkan pada salah satu rukun Islam, yaitu zakat fitrah. Dengan pendekatan sederhana dan menyenangkan, murid diajak untuk memahami bahwa berbagi kepada sesama merupakan bagian penting dari kehidupan seorang muslim.

Kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan empati serta membentuk karakter dermawan sejak usia dini. “Murid tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga praktik langsung. Dari sini mereka belajar tentang kepedulian sosial, tanggung jawab, dan rasa syukur,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, zakat fitrah yang telah dikumpulkan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan di lingkungan sekitar sekolah. Murid pun terlihat antusias mengikuti setiap prosesnya, mulai dari pengenalan hingga penyaluran.

Kegiatan ini menjadi momen berharga dalam membangun fondasi karakter murid. Selain meningkatkan pemahaman agama, murid juga diajak untuk merasakan kebahagiaan berbagi dengan sesama.

Dengan kegiatan sederhana namun bermakna ini, TK Bustanul Athfal Bangsa berharap dapat menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan akhlak mulia.

Mj/red

Share:

Gladi Bersih TKA di SD Negeri Sawangan: Latihan Serius, Suasana Tetap Santai

latihan yang baik hari ini adalah kunci agar selanjutnya bisa menghadapi ujian dengan lebih tenang

Sawangan - Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), Sekolah Dasar Negeri Sawangan menggelar kegiatan Simulasi Gladi Bersih TKA pada Senin, 16 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi ajang latihan bagi murid agar lebih memahami tata cara pelaksanaan ujian sebelum menghadapi tes yang sebenarnya.

Sejak pagi hari, para murid tampak serius menempati tempat duduk masing-masing. Namun di balik keseriusan tersebut, suasana tetap terasa santai dan penuh semangat. Beberapa murid terlihat sesekali saling tersenyum, mungkin sedang memastikan apakah temannya juga sama-sama “deg-degan” menghadapi soal. /red

Simulasi ini bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai alur pelaksanaan TKA, mulai dari persiapan, pengerjaan soal, hingga tata tertib selama ujian berlangsung. Dengan adanya gladi bersih ini, murid diharapkan dapat lebih percaya diri dan terbiasa dengan sistem ujian yang akan digunakan.

Tidak hanya bagi murid, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi panitia dan guru untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan baik serta meminimalisir kemungkinan kendala teknis saat ujian sesungguhnya. Istilahnya, sebelum ujian yang “benar-benar menegangkan” dimulai, semua pihak sudah sempat melakukan pemanasan terlebih dahulu.

Melalui simulasi gladi bersih ini, SD Negeri Sawangan berharap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik nantinya dapat berlangsung tertib, lancar, dan tentunya membuat murid lebih siap menghadapi tantangan soal tanpa perlu terlalu banyak “garuk kepala” saat ujian dimulai.

Um/red

Share:

Semangat Belajar di Masa Libur, Murid SD Negeri 4 Kalisalak Ikuti Gladi TKA


Kalisalak - Di tengah mulai datangnya masa libur, semangat belajar murid kelas VI Sekolah Dasar Negeri 4 Kalisalak tetap menyala. Pada Senin, 16 Maret 2026, sekolah melaksanakan kegiatan Gladi TKA Gelombang 3 sebagai bagian dari persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.00 WIB, kemudian dilanjutkan sesi kedua pada pukul 09.15 WIB. Seluruh peserta mengikuti simulasi dengan tertib sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh panitia dan pengawas.


Meskipun berada di masa libur sekolah, para murid tetap menunjukkan antusiasme dan tanggung jawab dalam mengikuti kegiatan tersebut. Gladi ini diharapkan dapat membantu murid lebih siap, memahami alur pelaksanaan tes, serta menumbuhkan rasa percaya diri saat menghadapi TKA yang sesungguhnya.


Semangat para murid ini menjadi bukti bahwa belajar tidak mengenal waktu - bahkan di masa libur sekalipun, tekad untuk meraih hasil terbaik tetap menyala. 

Nn/red

Share:

Simulasi Menuju Siap Ujian: SD Negeri 1 Kebasen Gelar Gladi Resik TKA


Kebasen - Suasana belajar yang serius namun tetap penuh semangat tampak di lingkungan SD Negeri 1 Kebasen pada Senin, 16 Maret 2026. Sekolah tersebut melaksanakan kegiatan Gladi Resik Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai langkah awal mempersiapkan peserta didik sebelum menghadapi pelaksanaan tes yang sebenarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses adaptasi siswa terhadap sistem ujian berbasis digital. Melalui gladi resik ini, para siswa diperkenalkan secara langsung dengan alur pelaksanaan tes, mulai dari penggunaan perangkat hingga cara mengerjakan soal secara daring.

Pada sesi simulasi kali ini, peserta didik mengikuti ujian Matematika dan Numerasi menggunakan perangkat komputer maupun laptop yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Dengan pendampingan guru pengawas, seluruh proses berlangsung tertib, lancar, dan penuh konsentrasi.

Beberapa siswa tampak antusias mencoba sistem ujian yang digunakan. Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar latihan, tetapi juga pengalaman baru yang menumbuhkan rasa percaya diri dalam menghadapi ujian berbasis teknologi.

Pihak sekolah berharap kegiatan gladi resik ini mampu memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik. Dengan demikian, saat hari pelaksanaan tiba, siswa sudah memahami mekanisme ujian dan dapat mengerjakan soal dengan lebih tenang serta optimal.


Lebih dari sekadar simulasi, kegiatan ini juga menjadi momentum pembelajaran bahwa kesiapan bukan hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental, ketelitian, dan keberanian menghadapi tantangan baru.

Dengan persiapan yang matang, diharapkan peserta didik SD Negeri 1 Kebasen dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan penuh percaya diri dan memperoleh hasil terbaik. Karena setiap langkah kecil dalam latihan hari ini adalah pijakan menuju keberhasilan di masa depan. 

Hr/red

Share:

Ramadan Penuh Harmoni: PGRI Cabang Kebasen dan BKPC Berbagi Takjil di Iringi Lagu Legendaris Koes Plus

Ketika guru, komunitas, dan masyarakat bersatu, kebaikan tidak hanya terasa tetapi juga menular

Kebasen, Banyumas – Semangat berbagi dan kebersamaan di bulan suci Ramadan kembali terasa hangat di wilayah Kecamatan Kebasen. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kebasen bersama komunitas pecinta musik legendaris Koes Plus yang tergabung dalam Banyumas Koes Plus Community (BKPC) menggelar kegiatan MAPAGORE (Mari Pada Golet Sore) dengan membagikan ribuan paket takjil kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026, di Jalan Raya PUK Kebasen sebelah Kantor Korwilcam Dindik Kebasen, menjadi salah satu momentum kebersamaan yang mempertemukan para guru, komunitas masyarakat, dan warga sekitar dalam semangat berbagi menjelang waktu berbuka puasa.

Sebanyak 3.500 paket takjil berhasil dihimpun dari kontribusi PGRI ranting serta sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Kebasen. Paket-paket tersebut kemudian dibagikan kepada para pengguna jalan dan masyarakat yang melintas sejak pukul 15.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Sinergi Guru, Komunitas, dan Pemerintah

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga, di antaranya pengurus PGRI Kabupaten Banyumas, yaitu Kasiyanto, Eko Purnomo dan Yatimah, serta Pengawas PAI Didit Ariyanto Arifin. Hadir pula perwakilan Camat dan Kepala Desa Kebasen, serta para purnabakti guru yang tetap menunjukkan kepedulian sosial dengan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan diawali dengan rapat koordinasi panitia, dilanjutkan dengan pembagian takjil kepada masyarakat. Setelah seluruh paket dibagikan, acara berlanjut dengan buka puasa bersama yang kemudian ditutup dengan salat Magrib berjamaah.

Untuk menjaga kelancaran kegiatan dan arus kendaraan di sekitar lokasi, jajaran Polsek Kebasen turut membantu mengatur lalu lintas sehingga kegiatan dapat berlangsung tertib dan aman.

Nuansa Musik Legendaris yang Menghangatkan Ramadan

Kegiatan MAPAGORE juga semakin semarak dengan penampilan Arizona Band dari Patikraja yang merupakan bagian dari BKPC wilayah selatan. Dari atas panggung sederhana, band tersebut membawakan sejumlah lagu bernuansa Koes Plus, menghadirkan suasana nostalgia yang hangat sekaligus mempererat kebersamaan di antara para peserta.

Alunan musik yang mengiringi pembagian takjil membuat suasana Ramadan terasa lebih hidup. Warga yang melintas pun tampak menikmati momen tersebut sembari menerima paket takjil dari para relawan.

Apresiasi dan Harapan untuk Kebersamaan

Ketua PGRI Cabang Kebasen, Budi Hartoyo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kebersamaan dan semangat berbagi ini dapat terus terjaga,” ujarnya.

Ramadan is not only about fasting but also about caring

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan Dharma Wanita Persatuan Korwilcam Dindik Kebasen, Lastin, yang mengaku senang dapat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Saya senang bisa berkontribusi dalam kegiatan berbagi di bulan suci ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. Kami siap bekerja sama kembali apabila dibutuhkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasiyanto dari PGRI Kabupaten Banyumas juga memberikan apresiasi kepada PGRI Cabang Kebasen yang dinilai aktif menghadirkan kegiatan positif selama Ramadan.

Ramadan mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan pada apa yang kita miliki, tetapi pada apa yang kita bagikan

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PGRI Cabang Kebasen yang telah aktif mengadakan kegiatan di bulan penuh berkah ini. Mudah-mudahan setiap kebaikan yang dilakukan menjadi ladang pahala bagi kita semua,” tuturnya.


MAPAGORE Kebasen menjadi bukti bahwa Ramadan selalu menemukan caranya untuk mempertemukan hati yang ingin berbagi

Perwakilan dari Arizona Band pun mengungkapkan kegembiraannya dapat berkolaborasi dengan PGRI dalam kegiatan sosial tersebut dan berharap kerja sama serupa dapat terjalin kembali pada tahun mendatang. 

"Kami senang dapat menghibur para guru dan masyarakat di Kebasen dengan lagu-lagu kesukaan kami. Anggota komunitas kami juga semangat dapat ikut membagikan takjil bersama dengan para guru, sungguh ngabubut yang menyenangkan," tuturnya.

Kebahagiaan Sederhana dari Sebuah Takjil

Kebahagiaan sederhana juga dirasakan oleh masyarakat yang menerima takjil. Salah satunya Dafa, seorang pengguna jalan yang kebetulan melintas saat kegiatan berlangsung.

“Kebetulan saya pulang kerja. Alhamdulillah dapat takjil gratis, jadi tidak perlu repot beli dan lebih hemat. Terima kasih PGRI,” ujarnya dengan senyum.


Ramadan: Momentum Menebar Kepedulian

Kegiatan MAPAGORE tidak hanya menjadi agenda berbagi makanan berbuka puasa, tetapi juga simbol kuatnya solidaritas sosial antara dunia pendidikan dan masyarakat.

Ramadan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan empati, serta meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan sederhana seperti berbagi takjil, pesan tentang kepedulian dan kebersamaan dapat tersampaikan dengan cara yang hangat dan membumi.


Sodakoh ora bakal dadi wong melarat, malah tambah berkah lan uripe bakal begja

Salah satu anggota PGRI Ranting 10, Hesti Retnosari mengaku senang bisa ngabuburit dengan cara yang berfaedah dengan ikut berbagi kebahagiaan kepada masyarakat. 

"Kami sampai kewalahan membagikan takjil.  Ada yang request minta kolak, ada yang request minta es Klamud, ada yang request minta bubur, ada pula Bocil yang minta 3." Ia merasa senang membagi takjil sambil menebar senyum kebahagiaan untuk para pengguna jalan. "Ini ngabuburit yang berfaedah. Alhamdulillah. Bisa turut serta membagikan takjil. Tahun depan saya mau ikut lagi," tambahnya.

Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, kegiatan seperti ini mengingatkan bahwa kebaikan sekecil apa pun dapat membawa kebahagiaan bagi banyak orang.

/red

Share:

Belajar Berbagi Sejak Dini: Anak TK Pertiwi Tumiyang Semarakkan Jumat Berkah dengan Zakat Fitrah

Tumiyang – Suasana penuh keceriaan sekaligus makna terasa di TK Pertiwi Tumiyang pada Jumat, 13 Maret 2026. Dalam rangka kegiatan “Berzakat dan Berbagi di Jumat Berkah Bulan Ramadhan”, para anak didik bersama para ibu turut serta mengikuti kegiatan pengenalan dan praktik sederhana menunaikan zakat fitrah.

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah tersebut bertujuan untuk mengenalkan kepada anak-anak sejak dini tentang makna zakat sebagai salah satu rukun Islam. Dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, para guru menjelaskan bahwa zakat fitrah adalah kewajiban umat Islam yang ditunaikan menjelang Hari Raya Idulfitri untuk membantu sesama, terutama mereka yang membutuhkan.

Dalam kegiatan ini, anak-anak dengan didampingi orang tua membawa zakat fitrah berupa beras maupun sejumlah uang yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak, karena mereka tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan nilai kepedulian dan berbagi.

Para guru menjelaskan kepada siswa bahwa zakat fitrah memiliki banyak hikmah. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga menjadi sarana untuk membersihkan diri, melatih rasa syukur, serta menumbuhkan empati kepada orang lain yang membutuhkan.

“Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini bahwa berbagi itu indah. Melalui zakat, kita belajar membantu sesama dan mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT,” ujar salah satu guru dalam kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, TK Pertiwi Tumiyang berharap nilai-nilai kepedulian sosial, keikhlasan, dan semangat berbagi dapat tumbuh dalam diri anak-anak sejak usia dini. Ramadhan pun menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan karakter baik sekaligus membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati yang peduli terhadap sesama.

Di akhir kegiatan, suasana kebersamaan dan kebahagiaan terlihat dari wajah ceria para siswa. Bagi mereka, kegiatan berbagi ini bukan sekadar belajar tentang zakat, tetapi juga menjadi pengalaman berharga untuk menjadi anak yang baik dan dicintai Allah SWT. 

Hn/red

Share:

Dari Doa hingga Berbagi: Potret Indah Ramadan di Lingkungan Pendidikan Kebasen

"Setiap sedekah adalah jejak kebaikan yang tidak pernah hilang di sisi Allah."


Kebasen - Bulan suci Ramadan tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah pribadi, tetapi juga menjadi ruang mempererat kebersamaan serta menumbuhkan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam kegiatan Pengajian Amaliah Ramadan Korwilcam Dindik Kebasen yang diselenggarakan pada Jumat, 13 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 11.00 WIB ini diikuti oleh 66 peserta yang terdiri dari guru Pendidikan Agama Islam (PAI), guru PAUD, kepala sekolah SD dan PAUD, serta tenaga kependidikan di lingkungan Korwilcam Dindik Kebasen. Pengajian yang digelar oleh PGRI Cabang Kebasen ini merupakan pertemuan keempat sekaligus penutup rangkaian pengajian Ramadan tahun ini.
"Faith grows stronger when it is shared with others."

Suasana pengajian berlangsung khidmat namun penuh kehangatan. Bagi para insan pendidikan, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah aktivitas pendidikan yang padat.

Apresiasi Kebersamaan dan Semangat Berbagi
Dalam sambutannya, Ketua PGRI Cabang Kebasen, Budi Hartoyo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh keikhlasan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan kegiatan masih terdapat kekurangan.

“Terima kasih atas kebersamaan dan keikhlasan Bapak Ibu semua dalam mengikuti pengajian ini. Semoga kegiatan sederhana ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkapnya.
Urip iku aja mung golek pinter, nanging uga kudu gelem nuduhake kabecikan marang liyan

Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang digagas oleh warga pendidikan selama Ramadan. Salah satunya adalah rencana pembagian 1.600 takjil kepada masyarakat di wilayah Korwilcam Dindik Kebasen yang akan dilaksanakan pada 14 Maret 2026. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wujud nyata kepedulian sosial serta penguatan nilai berbagi di tengah masyarakat.

Menjaga Disiplin dan Profesionalitas Pendidikan
Sementara itu, Koordinator Korwilcam Dindik Kebasen, Mulyadi Suryono, dalam arahannya menyampaikan rasa bangga atas antusiasme para tenaga pendidik yang aktif mengikuti pengajian serta berbagai kegiatan keagamaan di sekolah, termasuk program Pesantren Ramadan yang dilaksanakan di banyak satuan pendidikan.

Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang berkembang di lingkungan sekolah, mulai dari pembagian takjil, berbagi sayur, hingga kegiatan sosial yang melibatkan paguyuban penjaga sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Mulyadi juga mengingatkan pentingnya menunaikan zakat melalui Baznas yang dapat disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), baik berupa zakat fitrah, zakat penghasilan, maupun zakat dari Tunjangan Hari Raya (THR).

Selain pesan spiritual, ia juga menyampaikan beberapa informasi penting terkait kegiatan pendidikan, termasuk mengenai jadwal libur siswa dan guru selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Ia menekankan agar disiplin kehadiran kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tetap dijaga, mengingat kemungkinan adanya inspeksi dari BKPSDM dan Inspektorat.

Tak kalah penting, ia juga mengingatkan agar sekolah berhati-hati dalam merancang kegiatan yang berpotensi menimbulkan pengaduan di masyarakat.

Memaknai Tujuan Hidup Melalui Ibadah
Kegiatan pengajian semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz M. Ibnu Soleh Al Mubarok. Dalam ceramahnya, ia mengajak para peserta untuk kembali merenungkan tujuan utama penciptaan manusia sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Adz-Dzariyat ayat 56, bahwa jin dan manusia diciptakan semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT.

Ia menjelaskan bahwa ibadah terbagi menjadi dua bentuk utama. Pertama, ibadah mahdhah, yaitu ibadah yang tata caranya telah diatur secara jelas dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti salat, zakat, puasa, dan haji. Kedua, ibadah ghairu mahdhah, yaitu ibadah yang bersifat umum dan tidak dibatasi tata cara tertentu, seperti silaturahmi, membantu sesama, dan berbagai perbuatan baik lainnya.

Menurutnya, setiap aktivitas baik yang diawali dengan Basmalah dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang tulus.

Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah. Pada fase inilah terdapat malam Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW, sebagaimana dijelaskan dalam hadis, memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut, termasuk dengan melakukan i’tikaf di masjid.

Selain itu, ia juga menganjurkan untuk memperbanyak sedekah, karena diyakini dapat menjadi sebab datangnya keberkahan sekaligus menolak berbagai musibah.

Di akhir tausiyahnya, ia menegaskan bahwa terdapat empat syarat agar ibadah diterima oleh Allah SWT, yaitu: memiliki ilmu, niat yang benar, kesabaran dalam menjalankannya, serta keikhlasan dalam beramal.

Kepedulian Sosial Melalui Infaq
Pada sesi lain-lain, Penilik PAUD Mulyanti menyampaikan laporan kegiatan infaq yang dihimpun selama rangkaian pengajian Amaliah Ramadan berlangsung. Ia menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta yang telah berkontribusi dalam kegiatan berbagi tersebut.

Dana infaq yang terkumpul kemudian diwujudkan dalam bentuk 10 paket sembako yang akan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus memperkuat semangat kepedulian sosial di lingkungan pendidikan.

Kegiatan pengajian kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan Ramadan serta berharap agar semangat ibadah, kebersamaan, dan kepedulian sosial di lingkungan Korwilcam Dindik Kebasen terus terjaga.

Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga menumbuhkan keimanan, karakter, dan kepedulian sosial.

Ramadan pun kembali mengajarkan satu hal sederhana namun mendalam: bahwa kebaikan yang dilakukan bersama akan selalu memiliki makna yang lebih besar. 

Sy/red
Share:

Aksi Nyata di Akhir Ramadhan! SDN 3 Bangsa Tutup Pesantren Ramadhan dengan Gerakan Bersih-Bersih Sekolah


Suasana penuh kebersamaan dan semangat kebajikan mewarnai penutupan kegiatan Pesantren Ramadhan di SD Negeri 3 Bangsa pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa hari ini ditutup dengan aksi nyata berupa gerakan kebersihan lingkungan sekolah yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan.
Sejak pagi hari, seluruh warga sekolah berkumpul dengan penuh semangat untuk mengikuti kegiatan penutupan Pesantren Ramadhan. Kegiatan ini menjadi momen refleksi setelah para siswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan keagamaan selama bulan suci, seperti sholat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya.

Sebagai penutup yang penuh makna, pihak sekolah mengajak seluruh siswa untuk menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan bersih-bersih di area sekolah. Dengan membawa peralatan kebersihan, para siswa bersama guru dan tenaga kependidikan bergotong royong membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, hingga lingkungan sekitar.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Suasana penuh keakraban terlihat ketika siswa dan guru saling bekerja sama membersihkan setiap sudut sekolah dengan penuh semangat.
Kepala sekolah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Pesantren Ramadhan tahun ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana yang sangat baik untuk membentuk karakter siswa yang religius, peduli, dan memiliki jiwa gotong royong.

“Terima kasih kepada seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang telah membantu dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mari kita terus bersama-sama mempererat solidaritas, membangun kerja sama, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, dan harmonis,” ungkapnya.

Dengan berakhirnya kegiatan Pesantren Ramadhan tahun ini, diharapkan nilai-nilai kebaikan yang telah dipelajari selama bulan suci dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Penutupan Pesantren Ramadhan di SD Negeri 3 Bangsa pun menjadi penanda bahwa kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi akan selalu menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang berakhlak mulia.

(Sul/Fa)
Share:

Harmoni Berbagi di Bulan Suci - SD Negeri 1 Kebasen Tebarkan Kebaikan di Bulan Ramadan

Kebasen - Keluarga besar SD Negeri 1 Kebasen menggelar kegiatan bertajuk Harmoni Berbagi di Bulan Suci pada Jumat, 13 Maret 2026, bertempat di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pendidikan karakter kepada murid untuk menumbuhkan rasa kepedulian, kebersamaan, serta semangat berbagi di bulan suci Ramadan.

Ramadan mengajarkan umat Muslim untuk tidak hanya meningkatkan ibadah, tetapi juga memperkuat rasa empati kepada sesama. Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh warga sekolah. Dengan penuh antusias, para guru dan murid bersama-sama membagikan takjil kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan.

Tak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan penyaluran infak Ramadan yang telah dikumpulkan oleh warga sekolah. Infak tersebut disalurkan kepada pihak yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus pembelajaran bagi murid agar sejak dini memahami pentingnya berbagi rezeki.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta kegiatan menutup rangkaian acara dengan buka puasa bersama. Momen ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara guru, murid, serta masyarakat sekitar.


Kegiatan sederhana namun penuh makna ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kepedulian dan semangat berbagi dalam diri murid. Melalui langkah kecil yang dilakukan bersama, nilai-nilai kebaikan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter generasi muda.

“Setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan membawa dampak yang besar jika dilakukan dengan tulus,” menjadi pesan yang tercermin dari kegiatan tersebut.

Semoga setiap kebaikan yang dibagikan pada hari itu menjadi amal yang terus mengalir dan membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

Hr/red

Share:

Takjil di Tepi Jalan, Hangat di Dalam Hati



Mandirancan, 13 Maret 2026 — Ada banyak cara menyambut senja di bulan Ramadan. Sebagian orang menunggu azan dengan segelas teh hangat, sebagian lagi dengan kurma di tangan. Namun bagi keluarga besar SD Negeri Mandirancan, senja pada Jumat, 13 Maret 2026, diisi dengan cara yang lebih sederhana namun bermakna: berbagi takjil dan kebersamaan.
“Takjil boleh sederhana, tapi kebersamaan selalu terasa istimewa. Di Ramadan, satu paket kecil bisa membawa senyum yang besar” 

Sore itu, halaman sekolah tidak hanya dipenuhi suara murid dan guru, tetapi juga semangat untuk berbagi. Paket-paket takjil yang telah disiapkan sejak siang hari dibawa menuju tepi jalan di sekitar lingkungan sekolah. Guru, staf, dan perwakilan murid berdiri berjajar sambil menyapa para pengguna jalan yang melintas.


Satu per satu paket takjil berpindah tangan. Ada yang diberikan kepada pengendara motor, pejalan kaki, hingga warga sekitar yang kebetulan lewat. Senyum kecil, ucapan terima kasih, dan anggukan ramah menjadi pemandangan yang menghiasi sore itu.

Ramadan memang sering disebut sebagai bulan penuh berkah. Namun di Mandirancan, berkah itu terasa nyata bukan hanya dalam doa, tetapi juga dalam tindakan sederhana.


Seorang guru yang ikut dalam kegiatan tersebut sempat berkelakar,

"Kadang yang paling membuat kenyang bukan makanannya, tapi rasa senang saat bisa berbagi."


Setelah semua takjil dibagikan, kegiatan tidak berhenti di sana. Langit yang mulai merona jingga menjadi tanda bahwa waktu berbuka semakin dekat. Seluruh keluarga besar sekolah kemudian kembali berkumpul untuk melaksanakan buka puasa bersama.

Suasana berubah menjadi lebih hangat. Tawa ringan terdengar di sela-sela percakapan, sementara hidangan sederhana tersaji di atas meja. Tidak ada jarak antara guru, staf, maupun murid. Semua duduk bersama, menunggu azan magrib yang sebentar lagi berkumandang.

Momen seperti ini sering kali terasa kecil, tetapi justru menyimpan makna yang besar. Buka puasa bersama bukan sekadar makan setelah seharian berpuasa, melainkan ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah.

Kegiatan sosial ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas. Nilai kepedulian, kebersamaan, dan empati juga tumbuh melalui pengalaman nyata seperti berbagi di jalan dan duduk bersama saat berbuka.


Di bulan yang penuh berkah ini, keluarga besar SD Negeri Mandirancan menunjukkan bahwa kebaikan tidak harus selalu besar. Kadang, cukup dengan sebungkus takjil, seulas senyum, dan niat tulus untuk berbagi.

Karena pada akhirnya, Ramadan selalu mengajarkan satu hal sederhana:

kebahagiaan akan terasa lebih lengkap ketika dinikmati bersama.

Nn/red

Share:

Cahaya Berbagi di Penghujung Pesantren Ramadhan Ceria SD Negeri 1 Kalisalak

“Sharing kindness makes the world brighter”

Kalisalak, Jumat (13/03/2026) — Suasana haru sekaligus penuh kebahagiaan mewarnai penutupan kegiatan Pesantren Ramadhan Ceria di SD Negeri 1 Kalisalak. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini ditutup dengan aksi berbagi melalui tasyarufan 26 donasi kepada anak yatim, yatim-piatu, serta murid dari keluarga kurang mampu.

Acara penutupan berlangsung dengan khidmat. Para murid berkumpul bersama guru dan tenaga kependidikan, menyaksikan secara langsung penyerahan donasi yang merupakan hasil kepedulian dari para guru dan tenaga kependidikan SD Negeri 1 Kalisalak.

Sebanyak 26 donasi disalurkan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen pembelajaran karakter bagi murid tentang arti empati, kepedulian, dan kebersamaan di bulan suci Ramadan.


Kepala sekolah menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang telah menyisihkan sebagian rezekinya.

“Semoga kebaikan ini menjadi berkah bagi sekolah kita tercinta dan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkapnya.


Dalam suasana sederhana namun penuh makna tersebut, para murid juga belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari menerima, tetapi justru dari memberi.

Dalam ungkapan sederhana bahasa Jawa, pesan kebaikan itu terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari:

“Urip iku kudu migunani tumrap wong liya.”

(Hidup seharusnya memberi manfaat bagi orang lain.)


Spirit berbagi ini juga sejalan dengan pesan universal yang sering disampaikan dalam berbagai kegiatan sosial:

“Sharing kindness makes the world brighter”

Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan Ceria ini, sekolah berharap nilai-nilai kebaikan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi terus tumbuh dalam hati para murid. Sebab dari kebiasaan kecil seperti berbagi, akan lahir generasi yang peduli, penuh empati, dan siap menebarkan manfaat bagi sesama.

“Sedikit yang kita berikan bisa menjadi sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.”

Pt/red

Share:

Misi Berbagi Berhasil! SD Negeri 3 Kalisalak “Menggelontorkan” 69 Paket Sembako di Penutupan Pesantren Ramadan

“Berbagi itu seperti senyum: makin sering diberikan, makin banyak yang kembali”

Kalisalak, Jumat (13/03/2026) — Penutupan kegiatan Pesantren Ramadan di SD Negeri 3 Kalisalak berlangsung dengan suasana khidmat, hangat, sekaligus penuh senyum. Bukan tanpa alasan, di penghujung kegiatan tersebut sekolah menggelar pentasyarufan 69 paket sembako kepada murid yang membutuhkan. Bisa dibilang, ini adalah “episode penutup” yang manis setelah rangkaian kegiatan Ramadan yang padat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026 di lingkungan sekolah ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi di SD Negeri 3 Kalisalak tidak hanya sekadar teori di kelas, tetapi langsung dipraktikkan.

Sebanyak 69 paket sembako berhasil disalurkan. Rinciannya, 44 paket berasal dari donasi murni para wali murid, guru, serta tenaga kependidikan SD Negeri 3 Kalisalak. Sementara 25 paket lainnya merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyumas.


Jika dihitung-hitung, angka 69 paket ini bukan sekadar angka biasa. Di baliknya ada gotong royong, kepedulian, dan semangat kebersamaan dari seluruh keluarga besar sekolah. Ibarat masakan Ramadan, resepnya sederhana: sedikit kepedulian, banyak kebersamaan, lalu diaduk dengan keikhlasan.

Kepala SD Negeri 3 Kalisalak, Suyanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.


“Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, baik dari wali murid, guru, maupun tenaga kependidikan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Baznas Banyumas atas dukungannya. Semoga apa yang diberikan menjadi berkah bagi kita semua dan bermanfaat bagi para penerima,” ujar Suyanto.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap para murid tidak hanya mendapatkan ilmu selama Pesantren Ramadan, tetapi juga pelajaran hidup tentang arti empati dan kepedulian terhadap sesama.




Kalau biasanya anak-anak menghitung nilai matematika, kali ini mereka belajar menghitung pahala berbagi. Dan kabar baiknya, hitungan pahala itu—kata orang bijak—tidak pernah pakai kalkulator.


Penutupan Pesantren Ramadan ini pun diharapkan meninggalkan kesan mendalam bagi para murid untuk terus menjaga semangat berbagi dan mempererat tali silaturahmi, bahkan setelah Ramadan usai.

Hs/red

Share:

Pelita Ramadan Menyala di TK Diponegoro 157 Kalisalak: Cahaya Kecil dari Tangan-Tangan Kecil

“Kebaikan yang diajarkan sejak kecil akan tumbuh menjadi cahaya yang menerangi banyak hati"

Kalisalak, Jumat (13/03/2026) — Suasana hangat dan penuh makna terasa di lingkungan TK Diponegoro 157 Kalisalak saat kegiatan sosial bertajuk PELITA Ramadan (Peduli dan Cinta di Bulan Ramadan) digelar pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran karakter bagi anak-anak untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian, serta semangat berbagi sejak usia dini.

Melalui program ini, para murid bersama guru dan pihak sekolah menyalurkan paket sembako kepada masyarakat di sekitar lingkungan sekolah. Penyaluran bantuan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sekaligus ajakan untuk menebarkan kebaikan di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.


Dengan penuh antusias, anak-anak ikut terlibat dalam proses penyerahan sembako. Meski masih belia, mereka belajar bahwa berbagi tidak harus menunggu dewasa. Dari tangan-tangan kecil itulah, tersampaikan pesan besar tentang cinta kasih dan kepedulian kepada sesama.

Senyum bahagia terlihat dari wajah warga yang menerima bantuan. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para murid untuk memahami arti kepedulian, kebersamaan, serta rasa syukur atas nikmat yang dimiliki.

Pihak sekolah berharap kegiatan “Pelita Ramadan” dapat menjadi langkah kecil yang menyalakan cahaya kebaikan di hati anak-anak. Melalui pengalaman langsung berbagi kepada sesama, nilai-nilai kemanusiaan diharapkan tumbuh dan melekat dalam diri mereka sejak dini.


“Anak-anak mungkin masih kecil, tetapi dari merekalah cahaya kebaikan bisa mulai dinyalakan,” ungkap salah satu guru.

Dengan semangat Ramadan, kegiatan ini diharapkan menjadi pelita yang menerangi lingkungan sekitar, sekaligus menumbuhkan generasi yang peduli, penuh kasih, dan gemar berbagi kepada sesama.

Hn/red

Share:

Jumat Berkah di TK Pertiwi Gambarsari: Menanamkan Nilai Berbagi Sejak Usia Dini

"Berbagi sejak dini itu indah; sedikit dari kita bisa menjadi sangat berarti bagi orang lain"

Gambarsari, Jumat (13/03/2026) — Suasana penuh keceriaan dan kehangatan tampak di TK Pertiwi Gambarsari saat kegiatan Jumat Berkah digelar dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, anak-anak diajak belajar tentang arti berbagi kepada sesama.

Dalam kegiatan tersebut, para murid membawa sayuran untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar. Guru-guru memanfaatkan momen Ramadan sebagai sarana pembelajaran karakter, khususnya menanamkan nilai kepedulian dan keikhlasan sejak usia dini.

Dengan bimbingan para guru, anak-anak diajak memahami bahwa berbagi tidak harus menunggu besar atau memiliki banyak. Hal kecil seperti memberikan sayuran kepada orang lain pun dapat menjadi amalan kebaikan yang bernilai besar.

Kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan berbagai nilai positif, di antaranya belajar berbagi dengan ikhlas serta menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama. Melalui pengalaman langsung tersebut, diharapkan anak-anak dapat merasakan kebahagiaan saat membantu orang lain.

Salah satu guru menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah menjadi cara sederhana untuk menanamkan pendidikan karakter kepada anak-anak sejak dini. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa berbagi itu menyenangkan dan membuat hati menjadi bahagia,” ujarnya.

Melalui kegiatan kecil ini, diharapkan tumbuh generasi yang memiliki hati penuh kasih, gemar menolong, serta terbiasa berbagi kepada sesama.

Mj/red 

Share:

Hari Ketiga Pesantren Ramadan SD Negeri Mandirancan Diwarnai Pentasyarufan Infaq dan Apresiasi Prestasi Murid

Ilmu membentuk kecerdasan, sedangkan berbagi membentuk kemuliaan hati

Mandirancan — Pelaksanaan Pesantren Ramadan hari ketiga di SD Negeri Mandirancan berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan yang digelar di lingkungan sekolah ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keagamaan, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para murid.

Rangkaian acara diawali dengan Pentasyarufan Infaq Ramadan, yakni penyaluran infaq yang telah dihimpun dari murid, guru, serta warga sekolah selama bulan suci Ramadan. Dana infaq tersebut kemudian disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan sebagai wujud nyata kepedulian dan solidaritas sosial.

Kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran karakter bagi murid agar sejak dini terbiasa menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.

Usai kegiatan pentasyarufan, acara dilanjutkan dengan pembagian piala Lomba Mini MAPSI kepada murid yang berhasil meraih prestasi. Lomba Mini MAPSI yang sebelumnya dilaksanakan di lingkungan sekolah bertujuan untuk mengembangkan potensi murid dalam bidang keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat.

Suasana penyerahan piala berlangsung meriah dan penuh kebanggaan. Para murid yang meraih prestasi tampak antusias menerima penghargaan, sementara murid lainnya memberikan dukungan dan tepuk tangan yang hangat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap Pesantren Ramadan tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga membentuk karakter murid yang religius, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Nn/red

Share:

Pesantren Ramadan Hari Ke-2 di SD Negeri 2 Cindaga: Belajar Akhlak, Mengaji, dan Berbagi Kebahagiaan


Cindaga, 13 Maret 2026 — Suasana khidmat dan penuh semangat terasa di Sekolah Dasar Negeri 2 Cindaga pada pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadan hari ke-2, Jumat (13/03/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai keagamaan dan membentuk karakter murid sejak dini.


Kegiatan diawali dengan shalat duha berjamaah yang diikuti seluruh murid dengan tertib. Setelah itu, murid melanjutkan kegiatan dengan membaca ayat suci Al-Qur’an Juz 30 secara bersama-sama. Suara lantunan ayat suci yang menggema di lingkungan sekolah menambah suasana Ramadan semakin terasa.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih hati untuk lebih peduli dan berakhlak mulia


Memasuki sesi materi, Ustadzah Fitri menyampaikan pembahasan tentang akhlak terpuji. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para murid untuk membiasakan sikap jujur, saling menghormati, serta berperilaku baik kepada sesama.
“Akhlak yang baik adalah harta paling berharga yang dimiliki seseorang. Ilmu akan semakin indah jika dihiasi dengan akhlak yang mulia,” ujar Ustadzah Fitri di hadapan para murid.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pentasyarufan santunan kepada beberapa murid yang membutuhkan. Momen ini menjadi bagian dari pembelajaran nyata tentang kepedulian dan berbagi di bulan suci Ramadan.


Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Para murid tampak mengikuti setiap kegiatan dengan antusias dan tertib.
Melalui kegiatan Pesantren Ramadan ini, pihak sekolah berharap para murid tidak hanya memperdalam pemahaman agama, tetapi juga menumbuhkan rasa empati serta kebiasaan berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.

Awl/red
Share:

Pesantren Ramadan Ceria SD Negeri 1 Kalisalak: Mengaji, Dongeng Wali Songo, hingga Quiz Berhadiah

Kalisalak — Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai hari pertama kegiatan Pesantren Ramadan Ceria di SD Negeri 1 Kalisalak pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam mengisi bulan suci Ramadan dengan aktivitas yang sarat nilai religius sekaligus menyenangkan bagi para murid.

Acara diawali dengan pembukaan oleh kepala sekolah, Esti Umiyati, yang dilaksanakan di halaman depan SD Negeri 1 Kalisalak. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar kegiatan Pesantren Ramadan dapat menjadi sarana bagi murid untuk memperdalam nilai-nilai keislaman sekaligus menumbuhkan karakter yang baik.


“Ramadan adalah waktu terbaik untuk belajar menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.

Setelah pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna, salawat bersama, serta tadarus Al-Qur’an yang diikuti dengan penuh khidmat oleh para murid.


Keceriaan semakin terasa ketika sesi dongeng Islami yang disampaikan oleh Munajah dimulai. Melalui kisah tentang perjuangan Wali Songo dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa, para murid diajak memahami nilai dakwah, keteladanan, serta pentingnya menyebarkan kebaikan dengan cara yang bijaksana.

Agar suasana semakin hidup, setelah dongeng selesai para murid diajak mengikuti quiz singkat seputar cerita yang baru saja disampaikan. Murid yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan hadiah langsung dari Munajah. Sorak gembira dan tepuk tangan pun terdengar dari para peserta yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan Pesantren Ramadan Ceria di SD Negeri 1 Kalisalak tidak berhenti sampai di hari pertama. Pada hari kedua yang akan dilaksanakan Jumat, 13 Maret 2026, agenda kegiatan akan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada murid yatim dan kurang mampu, serta kegiatan lomba kaligrafi.


Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi, belajar, dan memperkuat nilai-nilai keislaman dapat tumbuh dalam diri setiap murid sejak dini.

“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menanam kebaikan yang kelak akan tumbuh menjadi akhlak mulia.” 

Pt/red

Share:

Ramadan Berkah di SD Negeri Randegan: Berbagi Sayur untuk Masyarakat Sekitar

 

Randegan – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh keluarga besar SD Negeri Randegan melalui kegiatan “Ramadhan Berbagi Sayur.” Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 Ramadan 1447 Hijriah sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah bersama para murid menyiapkan paket sayuran yang kemudian dibagikan kepada warga sekitar. Dengan penuh keceriaan dan semangat, murid turut terlibat dalam proses pembagian sebagai bagian dari pembelajaran nilai-nilai kebaikan di bulan Ramadan.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi murid. Melalui kegiatan berbagi, mereka diajak untuk memahami arti kepedulian, kebersamaan, dan rasa syukur atas rezeki yang dimiliki.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat saat masyarakat menerima paket sayuran dengan senyum dan ucapan terima kasih. Momen sederhana tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para murid untuk belajar bahwa berbagi tidak harus menunggu memiliki banyak hal.



Kegiatan Ramadhan Berbagi Sayur ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi serta mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat sekitar. Ramadan pun menjadi waktu yang tepat untuk menebarkan kebaikan dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.

"Ramadhan mengingatkan kita bahwa rezeki akan lebih bermakna ketika dinikmati bersama."

Share:

Popular Posts

Arsip Blog

Dindik Banyumas

Passport Renewal Forms Printable

Recent Posts

Youtube Channel