 |
| "Setiap sedekah adalah jejak kebaikan yang tidak pernah hilang di sisi Allah." |
Kebasen - Bulan suci Ramadan tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah pribadi, tetapi juga menjadi ruang mempererat kebersamaan serta menumbuhkan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam kegiatan Pengajian Amaliah Ramadan Korwilcam Dindik Kebasen yang diselenggarakan pada Jumat, 13 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 11.00 WIB ini diikuti oleh 66 peserta yang terdiri dari guru Pendidikan Agama Islam (PAI), guru PAUD, kepala sekolah SD dan PAUD, serta tenaga kependidikan di lingkungan Korwilcam Dindik Kebasen. Pengajian yang digelar oleh PGRI Cabang Kebasen ini merupakan pertemuan keempat sekaligus penutup rangkaian pengajian Ramadan tahun ini.
 |
| "Faith grows stronger when it is shared with others." |
Suasana pengajian berlangsung khidmat namun penuh kehangatan. Bagi para insan pendidikan, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah aktivitas pendidikan yang padat.
Apresiasi Kebersamaan dan Semangat Berbagi
Dalam sambutannya, Ketua PGRI Cabang Kebasen, Budi Hartoyo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh keikhlasan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan kegiatan masih terdapat kekurangan.
“Terima kasih atas kebersamaan dan keikhlasan Bapak Ibu semua dalam mengikuti pengajian ini. Semoga kegiatan sederhana ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkapnya.
 |
| Urip iku aja mung golek pinter, nanging uga kudu gelem nuduhake kabecikan marang liyan |
Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang digagas oleh warga pendidikan selama Ramadan. Salah satunya adalah rencana pembagian 1.600 takjil kepada masyarakat di wilayah Korwilcam Dindik Kebasen yang akan dilaksanakan pada 14 Maret 2026. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wujud nyata kepedulian sosial serta penguatan nilai berbagi di tengah masyarakat.
Menjaga Disiplin dan Profesionalitas Pendidikan
Sementara itu, Koordinator Korwilcam Dindik Kebasen, Mulyadi Suryono, dalam arahannya menyampaikan rasa bangga atas antusiasme para tenaga pendidik yang aktif mengikuti pengajian serta berbagai kegiatan keagamaan di sekolah, termasuk program Pesantren Ramadan yang dilaksanakan di banyak satuan pendidikan.
Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang berkembang di lingkungan sekolah, mulai dari pembagian takjil, berbagi sayur, hingga kegiatan sosial yang melibatkan paguyuban penjaga sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Mulyadi juga mengingatkan pentingnya menunaikan zakat melalui Baznas yang dapat disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), baik berupa zakat fitrah, zakat penghasilan, maupun zakat dari Tunjangan Hari Raya (THR).
Selain pesan spiritual, ia juga menyampaikan beberapa informasi penting terkait kegiatan pendidikan, termasuk mengenai jadwal libur siswa dan guru selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Ia menekankan agar disiplin kehadiran kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tetap dijaga, mengingat kemungkinan adanya inspeksi dari BKPSDM dan Inspektorat.
Tak kalah penting, ia juga mengingatkan agar sekolah berhati-hati dalam merancang kegiatan yang berpotensi menimbulkan pengaduan di masyarakat.
Memaknai Tujuan Hidup Melalui Ibadah
Kegiatan pengajian semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz M. Ibnu Soleh Al Mubarok. Dalam ceramahnya, ia mengajak para peserta untuk kembali merenungkan tujuan utama penciptaan manusia sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Adz-Dzariyat ayat 56, bahwa jin dan manusia diciptakan semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT.
Ia menjelaskan bahwa ibadah terbagi menjadi dua bentuk utama. Pertama, ibadah mahdhah, yaitu ibadah yang tata caranya telah diatur secara jelas dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti salat, zakat, puasa, dan haji. Kedua, ibadah ghairu mahdhah, yaitu ibadah yang bersifat umum dan tidak dibatasi tata cara tertentu, seperti silaturahmi, membantu sesama, dan berbagai perbuatan baik lainnya.
Menurutnya, setiap aktivitas baik yang diawali dengan Basmalah dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang tulus.
Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah. Pada fase inilah terdapat malam Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW, sebagaimana dijelaskan dalam hadis, memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut, termasuk dengan melakukan i’tikaf di masjid.
Selain itu, ia juga menganjurkan untuk memperbanyak sedekah, karena diyakini dapat menjadi sebab datangnya keberkahan sekaligus menolak berbagai musibah.
Di akhir tausiyahnya, ia menegaskan bahwa terdapat empat syarat agar ibadah diterima oleh Allah SWT, yaitu: memiliki ilmu, niat yang benar, kesabaran dalam menjalankannya, serta keikhlasan dalam beramal.
Kepedulian Sosial Melalui Infaq
Pada sesi lain-lain, Penilik PAUD Mulyanti menyampaikan laporan kegiatan infaq yang dihimpun selama rangkaian pengajian Amaliah Ramadan berlangsung. Ia menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta yang telah berkontribusi dalam kegiatan berbagi tersebut.
Dana infaq yang terkumpul kemudian diwujudkan dalam bentuk 10 paket sembako yang akan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus memperkuat semangat kepedulian sosial di lingkungan pendidikan.
Kegiatan pengajian kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan Ramadan serta berharap agar semangat ibadah, kebersamaan, dan kepedulian sosial di lingkungan Korwilcam Dindik Kebasen terus terjaga.
Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga menumbuhkan keimanan, karakter, dan kepedulian sosial.
Ramadan pun kembali mengajarkan satu hal sederhana namun mendalam: bahwa kebaikan yang dilakukan bersama akan selalu memiliki makna yang lebih besar.
Sy/red