Acara tersebut dihadiri oleh Kasi Permas Kecamatan Kebasen Ibu Sri Sugianti, Pengawas Korwilcam Dindik Kebasen Ibu Ekawati Yudhi Nurjanah, S.Pd., Ketua PGRI Cabang Kebasen Bapak Budi Hartoyo, S.Pd.Jas, para kepala SD, kepala PAUD, guru anggota IGTKI, serta guru Pendidikan Agama Islam di lingkungan Korwilcam Dindik Kebasen.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua PGRI Cabang Kebasen, yaitu Bapak Budi Hartoyo, S.Pd.Jas, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan peserta yang hadir.
Pada sesi berikutnya, Ibu Sri Sugianti menyampaikan sosialisasi mengenai stunting. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga lokus stunting di wilayah Kebasen, yakni Desa Cindaga, Kalisalak, dan Karangsari.
Dalam paparannya, ia mengajak para peserta untuk berperan aktif menjadi “bapak dan ibu asuh” bagi anak-anak yang mengalami stunting. Ia juga menegaskan bahwa penanganan stunting melibatkan berbagai sektor, mulai dari camat, puskesmas, penyuluh, KUA, PKK kecamatan, kader posyandu, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Pengawas Korwilcam Dindik Kebasen, Ibu Ekawati Yudhi Nurjanah, S.Pd., dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa informasi pendidikan kepada para peserta. Beliau berharap kegiatan siraman rohani ini dapat memberikan wawasan baru serta menjadi bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap saling menghormati antar sesama serta menegaskan bahwa pelayanan kepada siswa harus tetap diberikan secara maksimal.
Inti kegiatan pengajian disampaikan oleh Bapak Nasrul Junaedi, S.Pd.I yang memberikan tausiyah tentang keutamaan iman dan kemuliaan bulan Ramadan.
Ia menekankan bahwa nikmat terbesar dalam hidup adalah nikmat iman. Menurutnya, jika seseorang hidup pada zaman Nabi sekalipun, belum tentu Allah SWT memberikan iman kepadanya.
Dalam tausiyahnya, ia juga mengingatkan lima hal yang dapat menghilangkan pahala puasa, yaitu berbohong, ghibah atau membicarakan keburukan orang lain, mengadu domba, bersumpah palsu, serta memandang dengan syahwat.
Sebelum kegiatan ditutup, peserta mengikuti sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga memberikan kenang-kenangan berupa Al-Qur’an kepada narasumber.
Kegiatan pengajian Amaliah Ramadan ini diharapkan dapat memperkuat nilai spiritual, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat silaturahmi di antara tenaga pendidik di lingkungan Korwilcam Dindik Kebasen.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar