Pengawas PAI Kemenag Banyumas Tekankan Literasi, Numerasi, dan HOTS dalam Monitoring Asesmen Kelas VI di Kebasen

“Kolaborasi guru dan pengawas: kunci menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan bermakna.”

Kebasen, 6 April 2026 - Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Didit Ariyanto Arifin, S.Ag., M.Pd., melaksanakan kegiatan monitoring pelaksanaan asesmen kelas VI di SDN Karangsari dan Sekolah Dasar Negeri 3 Bangsa Kecamatan Kebasen pada Senin (6/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kualitas penyusunan dan pelaksanaan soal asesmen khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Dalam arahannya, Didit Ariyanto Arifin menekankan pentingnya integrasi literasi dan numerasi dalam penyusunan soal PAI. Menurutnya, soal tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga harus mampu mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik.

“Guru hebat bukan yang memberi soal sulit, tetapi yang membimbing cara berpikir yang benar.”

“Penyusunan soal PAI harus mengarah pada kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skills), sehingga siswa mampu memahami, menganalisis, dan mengaplikasikan materi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa salah satu ciri khas pembelajaran PAI tetap harus dijaga, yakni adanya muatan bacaan Al-Qur’an dan Hadis dalam soal. Namun demikian, porsinya dibatasi maksimal 10% dari total jumlah soal, agar tetap proporsional dan tidak mendominasi keseluruhan asesmen.

Lebih lanjut, Didit Ariyanto Arifin mengingatkan para guru untuk senantiasa menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Pengawas PAI dalam proses penyusunan soal. Hal ini penting agar soal yang dibuat benar-benar sesuai dengan ketentuan, tidak menyimpang dari materi kelas VI, serta memenuhi standar kualitas yang diharapkan.

“Koordinasi dengan pengawas sangat penting agar soal yang disusun tidak keluar dari kompetensi dasar dan tetap sesuai dengan kurikulum yang berlaku,” tambahnya.

Kegiatan monitoring ini disambut positif oleh pihak sekolah dan guru, yang merasa terbantu dalam meningkatkan kualitas asesmen. Diharapkan melalui kegiatan ini, mutu pembelajaran dan evaluasi PAI di sekolah dasar semakin meningkat serta mampu menghasilkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang baik.

Monitoring berjalan lancar dan menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada bidang Pendidikan Agama Islam di tingkat sekolah dasar.

Monitoring ini menegaskan satu hal penting: pendidikan tidak boleh berhenti di hafalan. Asesmen harus naik level—mengasah logika, membangun pemahaman, dan menyiapkan siswa menghadapi kehidupan nyata.

Dengan menggabungkan literasi, numerasi, dan HOTS, serta tetap menjaga nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis, PAI diarahkan menjadi pelajaran yang hidup—bukan sekadar teori, tapi pedoman berpikir dan bertindak.

Ketika soal dibuat dengan tepat, maka siswa tidak hanya jadi pintar, tapi juga tumbuh menjadi pribadi yang paham, kritis, dan berakhlak.

“Di balik keseriusan asesmen, ada harapan lahirnya generasi berilmu dan berakhlak.”

"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga."

“Belajar agama bukan hanya diingat, tapi dipahami dan diamalkan.”

(H R. Muslim)

D. A. Arifin/red

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Dindik Banyumas

Passport Renewal Forms Printable

Recent Posts

Youtube Channel